Bupati Siak Afni Apresiasi Pemanfaatan Dana Desa untuk Ketahanan Pangan, Dorong Penguatan Ekonomi Masyarakat

Siak199 views

SIAK – Allnewsterkini. Com | Bupati Siak Afni mengapresiasi pemanfaatan Dana Desa untuk pengembangan sektor pertanian dan ketahanan pangan yang memberikan dampak langsung terhadap peningkatan ekonomi masyarakat. Hal itu disampaikannya saat menghadiri kegiatan panen semangka yang dikelola melalui pemanfaatan Dana Desa, di Kampung Harapan, Kecamatan Sungai Apit (20/8/2026).

Afni menilai program tersebut menjadi contoh bahwa Dana Desa dapat dikelola secara amanah dan produktif, tidak hanya untuk pembangunan infrastruktur, tetapi juga untuk menciptakan lapangan pekerjaan dan meningkatkan pendapatan masyarakat.

“Saya kalau diundang panen dari sesuatu yang berasal dari Dana Desa, saya senang. Saya ingin menunjukkan bahwa tidak semua perangkat desa atau Dana Desa itu dikorupsi. Pasti masih banyak aparatur desa yang amanah, dan ini buktinya,” kata Afni.

Dalam kegiatan tersebut dijelaskan, pengembangan lahan pertanian semangka dan melon telah dilakukan secara bertahap sejak 2024. Modal awal yang dialokasikan melalui Dana Desa mencapai sekitar Rp219 juta. Dari pengelolaan tersebut, kegiatan pertanian mampu meningkatkan Pendapatan Asli Kampung (PAK) hingga 200 persen.

Selain meningkatkan pendapatan kampung, kegiatan tersebut juga membuka lapangan pekerjaan bagi masyarakat. Sedikitnya 50 hingga 60 orang terlibat dalam aktivitas pertanian tersebut, termasuk kaum ibu yang bekerja mulai dari penanaman, perawatan tanaman hingga proses penyerbukan.

Salah seorang warga mengungkapkan, kegiatan tersebut memberikan tambahan penghasilan sekitar Rp30 ribu untuk pekerjaan selama kurang lebih dua jam. Bagi masyarakat, aktivitas tersebut tidak hanya menjadi sumber pendapatan tambahan, tetapi juga menjadi ruang untuk berkumpul dan beraktivitas bersama.

Afni mengatakan, keberhasilan tersebut menunjukkan bahwa pengelolaan Dana Desa yang tepat sasaran dapat memberikan manfaat berantai bagi masyarakat.

“Dari Dana Desa mereka menanam semangka, kemudian Pendapatan Asli Kampung naik. Kampung menjadi lebih maju dan masyarakat juga mendapatkan pekerjaan. Ini yang harus kita dorong,” ujarnya.

Namun demikian, Afni juga menyoroti semakin terbatasnya ruang fiskal desa akibat berkurangnya alokasi anggaran. Kondisi tersebut membuat pemerintah kampung harus menentukan prioritas antara program ketahanan pangan, pembangunan infrastruktur dan kebutuhan masyarakat lainnya.

Menurutnya, pemerintah desa tetap harus berupaya mempertahankan program produktif yang sudah memberikan hasil nyata bagi masyarakat, meskipun dengan keterbatasan anggaran.

“Sekarang semua kena potong. Jadi jangan marah kepada penghulu. Kami juga terus berjuang. Saya ingin menunjukkan bahwa Dana Desa itu memang dibutuhkan masyarakat desa. Sesungguhnya Dana Desa harusnya ditambah, bukan dipotong,” tegas Afni.

Dalam kesempatan itu, Afni juga berdiskusi dan menerima aspirasi masyarakat terkait kondisi infrastruktur, khususnya ruas Jalan Sudirman yang dinilai membutuhkan penanganan serius karena kondisi jalan menyebabkan kendaraan kesulitan melintas.

Afni menegaskan, pemerintah daerah tidak akan menutup mata terhadap persoalan infrastruktur yang disampaikan masyarakat. Namun, kondisi kemampuan keuangan daerah saat ini menjadi tantangan yang harus dihadapi bersama.

“Saya bukan tipe pejabat yang suka berjanji. Kalau bisa, saya bilang bisa. Kalau tidak bisa, saya bilang tidak. Kalau duit belum ada, ya saya sampaikan duit belum ada. Tapi bukan berarti kita menyerah,” katanya.

Ia menegaskan, keterbatasan fiskal tidak boleh membuat pemerintah berhenti bekerja. Menurutnya, pemerintah daerah harus terus mencari solusi dan memperjuangkan kebutuhan masyarakat sesuai dengan kemampuan anggaran yang tersedia.

“Apakah kita menyerah? Apakah bupati sembunyi menunggu gaji? Kan tidak. Saya keliling ke kecamatan. Kita lihat langsung persoalan masyarakat dan kita cari jalan keluarnya,” ujar Afni.

Afni berharap semangat masyarakat dan aparatur kampung dalam mengembangkan sektor pertanian tetap dipertahankan. Ia juga meminta agar setiap rupiah Dana Desa yang dipercayakan kepada pemerintah kampung benar-benar dikelola secara transparan, amanah dan memberikan manfaat sebesar-besarnya bagi masyarakat.

“Yang penting sekarang kita maju ke depan. Mari kita tunjukkan bahwa setiap rupiah Dana Desa yang dititipkan kepada penghulu dan perangkat desa digunakan untuk kemaslahatan rakyat,” pungkasnya.***

Komentar