Bangkinang — Allnewsterkini. Com | Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIA Bangkinang terus memperkuat pembinaan kemandirian warga binaan melalui berbagai kegiatan produktif. Salah satunya melalui kegiatan pembuatan tempe yang menjadi sarana pengembangan keterampilan sekaligus menghasilkan produk bermanfaat bagi kebutuhan dapur lapas.(26/9/2026).
Dalam kegiatan ini, warga binaan terlibat langsung dalam proses pembuatan tempe, mulai dari pengolahan bahan baku hingga menjadi produk siap dimanfaatkan. Selain menambah pengalaman dan keterampilan dalam pengolahan pangan, kegiatan ini juga menanamkan nilai kedisiplinan, ketelitian, tanggung jawab, serta kerja sama.
Tempe yang diproduksi selanjutnya dimanfaatkan untuk memenuhi kebutuhan dapur Lapas Kelas IIA Bangkinang. Dengan demikian, keterampilan yang diperoleh warga binaan dapat diterapkan secara nyata melalui kegiatan produktif yang memberikan manfaat di lingkungan lapas.
Kegiatan ini sejalan dengan arah pembinaan Kementerian Imigrasi dan Pemasyarakatan di bawah kepemimpinan Menteri Imigrasi dan Pemasyarakatan, Agus Andrianto, dalam mendorong penguatan pembinaan kemandirian serta pemberdayaan warga binaan melalui keterampilan dan kegiatan produktif sebagai bekal untuk kembali ke masyarakat.
Kepala Lapas Kelas IIA Bangkinang, Alexander Lisman Putra, melalui Kasi Kegiatan Kerja (Giatja), Jefriandy, menyampaikan bahwa kegiatan pembuatan tempe merupakan salah satu bentuk pembinaan yang memberikan kesempatan kepada warga binaan untuk mengembangkan potensi dan keterampilan secara berkelanjutan.
“Melalui kegiatan ini, kami ingin memberikan ruang bagi warga binaan untuk belajar, mengembangkan keterampilan, dan menghasilkan karya yang bermanfaat. Harapannya, pengalaman dan keterampilan yang diperoleh dapat menjadi bekal berharga untuk membangun kemandirian serta menjalani kehidupan yang produktif ketika kembali ke tengah masyarakat,” ujar Jefriandy.
Melalui kegiatan pembinaan kemandirian ini, Lapas Kelas IIA Bangkinang terus berkomitmen menghadirkan program pembinaan yang memberikan manfaat nyata sekaligus mendorong warga binaan untuk terus berkarya dan mengembangkan kemampuan diri.
Dari kedelai menjadi tempe, dari keterampilan menjadi karya. Setiap proses menjadi langkah nyata dalam menumbuhkan kemandirian dan mempersiapkan warga binaan untuk masa depan yang lebih produktif.



Komentar