PEKANBARU – Allnewsterkini. Com | Kabar membanggakan datang dari dunia hukum dan pemasyarakatan di Riau. Sebanyak lima orang Pembimbing Kemasyarakatan (PK) Bapas Kelas I Pekanbaru, yakni Amimma Nurti Lusdiana, Muhammad Nur Syamsu, Kharisma Lana Barus, Putri Laura Arzethy, dan Yohanes Nafta Irawan menjadi pembicara dalam ajang bergengsi World Congress on Probation and Parole (WCPP) ke-7 tahun 2026 yang diselenggarakan di Bali International Convention Center.(17/04/2026)
Kegiatan yang mengusung tema ” Getting Smart On Justice ” tersebut dilaksanakan di kawasan Nusa Dua, Kabupaten Badung, Bali yang dikenal juga sebagai pusat penyelenggaraan forum internasional. Keikutsertaan lima petugas Bapas Kelas I Pekanbaru sebagai pembicara mencerminkan pengakuan global terhadap kapasitas profesional serta inovasi dalam praktik pembimbingan kemasyarakatan di Indonesia
Dalam forum yang dihadiri oleh delegasi dari 44 negara ini para pembicara memaparkan berbagai praktik unggulan serta inovasi strategis Bapas Kelas I Pekanbaru dalam membantu warga binaan yang fokus utamanya meliputi penguatan pendekatan rehabilitatif, optimalisasi reintegrasi sosial, serta pemanfaatan teknologi digital dalam mendukung efektivitas layanan pembimbingan kemasyarakatan.
Kepala Bapas Kelas I Pekanbaru mengungkapkan rasa syukurnya atas pencapaian ini. Menurutnya, ini adalah bukti nyata bahwa kemampuan petugas di daerah tidak kalah bersaing dengan pakar dari luar negeri. Ia berharap pengalaman ini bisa membawa pulang ilmu baru yang bermanfaat untuk kemajuan sistem hukum di Indonesia. Dengan hadirnya delegasi dari Pekanbaru ini, nama Riau dan Indonesia semakin harum di mata dunia dalam hal pembinaan masyarakat.
Lebih lanjut, panitia internasional telah menetapkan bahwa penyelenggaraan WCPP berikutnya akan dilaksanakan pada tahun 2028 di Latvia. Penunjukan Latvia sebagai tuan rumah diharapkan mampu menghadirkan perspektif baru, khususnya dari kawasan Eropa, dalam memperkaya diskursus global terkait praktik probation dan parole.








Komentar