SIAK – Allnewsterkini. Com | Program penghijauan lingkungan Green Restoration of Our World (GROW) 2026 yang diinisiasi oleh SKK Migas Sumbagut, KKKS Wilayah Riau, dan World Cleanup Day (WCD) Riau terus berlanjut. Setelah resmi dimulai di Kota Pekanbaru, kegiatan penanaman pohon kini dilaksanakan di Kabupaten Siak, tepatnya di Embung Terpadu Desa Wisata Dayun, pada tanggal 24 April 2026.
Kegiatan ini merupakan bagian dari target besar penanaman 14.505 bibit pohon di 12 kabupaten/kota se-Provinsi Riau, sebagai kelanjutan dari program GROW tahun 2025 yang sebelumnya telah merealisasikan penanaman 7.500 bibit pohon di tujuh kabupaten Provinsi Riau (Indragiri Hulu, Kampar, Pelalawan, Bengkalis, Siak, Rokan Hulu, dan Rokan Hilir).
Di Kabupaten Siak, program ini mengalokasikan sebanyak 1.500 bibit pohon yang akan ditanam secara bertahap di beberapa titik, termasuk kawasan Embung Terpadu Desa Wisata Dayun sebagai lokasi seremonial.
Jenis bibit yang ditanam terdiri dari tanaman produktif dan tanaman pelindung yang memiliki nilai ekologis dan ekonomis, seperti mangga, durian, jeruk, kelengkeng, matoa, kakao (cokelat), nangka, serta tanaman peneduh seperti ketapang kencana dan jenis lainnya. Tanaman-tanaman ini tidak hanya memberikan manfaat bagi masyarakat, tetapi juga berkontribusi dalam penyerapan karbon (carbon sequestration) serta peningkatan kualitas lingkungan.
Kegiatan penanaman di Desa Wisata Dayun melibatkan berbagai pemangku kepentingan, di antaranya SKK Migas Perwakilan Sumbagut, PT. Pertamina Hulu Rokan, PT. Bumi Siak Pusako, Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Siak, Pengelola Embung Terpadu Desa Wisata Dayun, Penghulu Kampung Dayun, Perwakilan Guru dan Murid SMAN 2 Dayun, serta berbagai elemen masyarakat setempat seperti POKDARWIS, BPKAM, PKK, RT, dan LPM.
Staff Departemen Formalitas dan Komunikasi SKK Migas Sumbagut, Suci Masliawati menyampaikan bahwa program GROW juga menjadi bentuk dukungan terhadap inisiatif masyarakat dalam mengelola potensi lokal secara berkelanjutan.
“Melalui GROW 2026, kami tidak hanya berfokus pada aspek penanaman, tetapi juga mendukung upaya masyarakat dalam mengelola sumber daya alam menjadi kawasan yang produktif dan berkelanjutan, seperti pengembangan desa wisata yang tetap memperhatikan kelestarian lingkungan. Ini sejalan dengan visi IOG 4.0, di mana kolaborasi lintas sektor menjadi kunci dalam menciptakan nilai tambah sekaligus menjaga keseimbangan ekosistem,” ujarnya.
Ia menambahkan bahwa keterlibatan masyarakat menjadi faktor penting dalam keberlanjutan program.
“Partisipasi aktif masyarakat lokal menjadi elemen utama agar program ini tidak berhenti pada kegiatan penanaman, tetapi berlanjut pada proses perawatan dan pemanfaatan yang memberikan manfaat jangka panjang,” tambahnya.
Keterlibatan berbagai pihak ini mencerminkan sinergitas yang terbentuk secara lintas sektor dalam mendukung upaya restorasi lingkungan, sekaligus memperkuat peran Desa Wisata Dayun sebagai kawasan yang tidak hanya berorientasi pada pariwisata, tetapi juga keberlanjutan lingkungan.







Komentar