Kaban Kesbangpol Riau hadiri Rakor Perlindungan Pengungsi yang di taja UNHCR

Kampar42 views

BANGKINANG – Allnewsterkini. Com | Kepala Badan Kesatuan Bangsa san Politik Provibsi Riau, Dr.Boby Rachmat, S.STP, M.Si menghadiri Rapat Koordinasi Perlindungan Pengungsi dengan Pemerintah Kabupaten Kampar yang ditaja UNCHR, Rabu (30/9) di SR Altha Hotel Bangkinang – Kampar.

Kepala Badan Kesatuan Bangsa dan Politik Provinsi Riau, Dr. Boby Rachmat, S.STP, M.Si, memaparkan sejumlah permasalahan yang saat ini dihadapi wilayahnya. Salah satu yang paling menonjol adalah adanya selisih data jumlah pengungsi antara United Nations High Commissioner for Refugees (UNHCR) dan International Organization for Migration (IOM), dimana pengungsi terbanyak didominasi oleh etnis Rohingya dari Myanmar dan warga negara Afghanistan.

​”Selain perbedaan data, fenomena naiknya kedatangan pengungsi Rohingya ke wilayah Riau yang terindikasi masuk dari Provinsi dan Negara lain,” tegas Boby.

​Menanggapi adanya wacana relokasi pengungsi ke wilayah perbatasan Kota Pekanbaru dan Kabupaten Kampar (Kecamatan Tapung-Uka), Pemerintah Kabupaten Kampar menyampaikan akan mempertimbangkan hal tersebut. Kepala Badan Kesatuan Bangsa dan Politik Kabupaten Kampar, Drs. Mahadi, M.H., menegaskan bahwa wilayah Kampar pada dasarnya tidak masuk dalam rute perlintasan para pengungsi sehingga bisa dipertimbangkan ke wilayah lainnya.

​Sementara itu, perwakilan UNHCR Pekanbaru, Muhammad Rafky, menjelaskan tantangan kompleks yang dihadapi lembaga internasional dalam menangani isu kedatangan pengungsi. Ia menekankan bahwa penanganan pengungsi bukan sekadar masalah lokal atau nasional, melainkan isu internasional.

​”UNHCR hadir sebagai pendamping pemerintah untuk pemenuhan kebutuhan dasar pengungsi dan pencarian solusi bagi warga tanpa kewarganegaraan (stateless), seperti etnis Rohingya yang tidak diakui oleh negara asalnya. Mereka terpaksa melarikan diri melintasi batas negara semata-mata demi menyelamatkan nyawa dari ancaman konflik,” ungkap Rafky.

Ia juga memaparkan bahwa fenomena pengungsian global terjadi di banyak negara besar seperti Turki, Kolombia, Jerman, hingga Uganda.

​Rapat koordinasi ini turut dihadiri oleh Kepala Dinas Sosial Kabupaten Kampar Drs. Agustar, M.Si., Kasat Intel Polres Kampar AKP Rony Charlos, Kasubsi Administrasi dan Pelaporan Rudenim Pekanbaru Bobby Agustin Rachman, Kepala Kantor IOM Pekanbaru Asni Yurika, perwakilan UNHCR Melisa Sidabutar, perwakilan YKMI Johanra Napitupulu, serta jajaran pejabat Kesbangpol Kampar.

​Melalui pertemuan ini, seluruh instansi sepakat untuk memperkuat sinergitas pengawasan lalu lintas orang serta mendesak adanya solusi jangka panjang yang konkret dari para pemangku kepentingan tingkat nasional dan internasional.(rl)

Komentar