Kakanwil Perkuat Optimalisasi Lapas Terbuka, Dorong Ketahanan Pangan Berkelanjutan

Pekanbaru368 views

Pekanbaru – Allnewsterkini. Com|Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Pemasyarakatan Riau melaksanakan penguatan kepada seluruh Kepala UPT se-Riau pada Kamis (20/8) dengan fokus pembahasan optimalisasi Lapas Terbuka. Kegiatan ini menjadi langkah untuk menyatukan komitmen dan dukungan seluruh UPT dalam mengembangkan Lapas Terbuka sebagai wadah pembinaan Warga Binaan berbasis kemandirian, khususnya di bidang ketahanan pangan.

Dalam penguatan tersebut dibahas sejumlah kendala yang masih dihadapi, mulai dari minimnya Warga Binaan, tantangan pengelolaan lahan akibat hama, hingga keterbatasan petugas assessment serta kondisi overkapasitas pada satuan kerja. Untuk mengatasinya, diperlukan dukungan bersama, baik dari jajaran internal maupun stakeholder eksternal yang memiliki perhatian terhadap bidang ketahanan pangan.

Kepala UPT didorong untuk menyusun rencana pengembangan yang matang dan bertahap, mulai dari menentukan bidang program, kebutuhan sumber daya manusia, hingga optimalisasi program yang telah berjalan. Salah satu langkah awal yang dapat dikembangkan adalah pembuatan kolam pancing yang diharapkan menjadi pemicu dukungan dari UPT lain melalui penyediaan bibit, jaring, maupun kebutuhan pendukung lainnya.

Selain itu, akan didorong pembentukan tim percepatan/optimalisasi Lapas Terbuka untuk menyusun dan mengawal program secara terarah serta memastikan program yang telah berjalan dapat terus dikembangkan secara bertahap.

“Optimalisasi Lapas Terbuka membutuhkan komitmen dan kolaborasi seluruh jajaran. Jangan menunggu semuanya sempurna untuk memulai, tetapi susun perencanaan yang matang dan lakukan secara bertahap. Dari langkah kecil yang konsisten, kita dapat membangun program pembinaan yang produktif, khususnya dalam mendukung ketahanan pangan dan kemandirian Warga Binaan,” tegas Kepala Kantor Wilayah, Rudy Fernando Sianturi.

Melalui penguatan ini, optimalisasi Lapas Terbuka diharapkan tidak hanya menjadi solusi pembinaan berbasis kemandirian, tetapi juga mampu menghasilkan program ketahanan pangan yang produktif dan berkelanjutan.***

Komentar