LRB Muhammadiyah Riau Kenalkan Peran dan Gerakan Kemanusiaan Dihadapan Mahasiswa Baru UMRI

Pekanbaru56 views

Pekanbaru – Allnewsterkini. Com | Lembaga Resiliensi Bencana (LRB) Muhammadiyah Riau memberikan sosialisasi mengenai peran, fungsi, dan gerakan kebencanaan Muhammadiyah kepada sekitar dua ribu tujuh ratusan mahasiswa baru Universitas Muhammadiyah Riau (UMRI), pada Sabtu (12/9/2026) pagi.

Kegiatan yang berlangsung di halaman Kampus Utama UMRI tersebut menjadi bagian dari rangkaian penyambutan mahasiswa baru sekaligus momentum untuk menanamkan kepedulian, kesiapsiagaan, dan semangat kemanusiaan kepada generasi muda Muhammadiyah.

Sosialisasi menghadirkan dua pembicara, yakni M. Anwar Siregar, S.H., Ketua MDMC Riau periode 2010–2015 dan 2015–2022, serta M. Hasby Ash Shiddiqi, S.I.Kom., Relawan Muhammadiyah Riau.

Dalam pemaparannya, M. Anwar Siregar menjelaskan bahwa kehadiran lembaga kebencanaan dalam Persyarikatan Muhammadiyah merupakan bagian dari amanah permusyawaratan organisasi. Lembaga tersebut memiliki peran strategis dalam membantu masyarakat yang terdampak bencana, khususnya dalam mengkoordinasikan beban korban dan penyintas.

“Kehadiran lembaga kebencanaan merupakan amanah permusyawaratan dalam Persyarikatan Muhammadiyah. Salah satu tugas utamanya adalah membantu mengkoordinasikan beban korban dan penyintas dalam setiap kejadian bencana,” ujar Anwar.

Menurutnya, penanganan bencana tidak cukup hanya dengan mengandalkan kemampuan teknis. Seorang relawan juga dituntut memiliki kesiapan mental dan fisik agar mampu menghadapi situasi darurat di lapangan.

“Dalam merespons bencana, kita tidak hanya mempersiapkan skill dan pengetahuan, tetapi juga harus mempersiapkan mental dan fisik. Karena kondisi di lapangan membutuhkan ketangguhan, ketenangan, dan kesiapan untuk membantu sesama,” jelas Anwar yang juga menjabat Kepala Kantor Humas, Keprotokolan, dan Hukum UMRI.

Sementara itu, M. Hasby Ash Shiddiqi memaparkan struktur Lembaga Resiliensi Bencana Muhammadiyah di wilayah Riau, termasuk pentingnya koordinasi dan pembagian tugas dalam setiap kegiatan penanggulangan bencana.

Ia menegaskan bahwa respons kebencanaan membutuhkan kerja tim yang terorganisasi. Setiap personel harus memahami tugas dan fungsi masing-masing agar penanganan di lapangan dapat berjalan efektif dan tepat sasaran.

“Dalam setiap respons kebencanaan, kita harus memahami tugas dan fungsi masing-masing. Relawan tidak bisa bekerja sendiri. Dibutuhkan koordinasi, komunikasi, dan kerja sama agar setiap langkah yang dilakukan benar-benar memberikan manfaat bagi masyarakat yang terdampak,” ungkap Hasby.

Di hadapan ribuan mahasiswa baru UMRI, Hasby juga mengajak mahasiswa untuk tidak hanya menjadi insan akademik, tetapi turut mengambil peran dalam gerakan kemanusiaan Muhammadiyah.

Kami berharap mahasiswa UMRI dapat menjadi bagian dari relawan Muhammadiyah. Jadilah generasi muda yang tidak hanya memiliki ilmu, tetapi juga memiliki kepedulian dan kesiapan untuk hadir membantu masyarakat ketika terjadi bencana,” ajaknya.

Dalam sosialisasi tersebut tampak dihadiri beberapa jajaran LRB/MDMC Wilayah Riau dan mendapat perhatian antusias dari mahasiswa baru UMRI. Selain memberikan pemahaman mengenai kebencanaan, kegiatan ini juga diharapkan mampu membangun kesadaran mahasiswa tentang pentingnya kesiapsiagaan dan kepedulian sosial.

Melalui kegiatan tersebut, UMRI bersama LRB Muhammadiyah Riau mendorong lahirnya generasi muda yang memiliki pengetahuan, keterampilan, ketangguhan, dan jiwa kemanusiaan, sekaligus siap berkontribusi dalam gerakan Muhammadiyah untuk membantu masyarakat dan mencerahkan semesta. (rl)

Komentar