Mengurai Kabut Meretas Bara, Satpol PP Riau Berjuang di Hutan Dayun Siak

Siak42 views

SIAK – Allnewsterkini. Com | Tim Satuan Polisi Pamong Praja Provinsi Riau terus menggalas tugas memadamkan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Desa Suka Mulya, Kecamatan Dayun, Kabupaten Siak sejak Sabtu lalu. Langkah penanggulangan ini ditempuh guna menekan sebaran api dan mencegah laju pencemaran udara di wilayah rimba melayu tersebut.

Pengerahan pasukan di bumi Siak Sri Indrapura ini merupakan tindak lanjut atas instruksi langsung Pelaksana Tugas Gubernur Riau. Sebanyak 15 personel diturunkan untuk memperkuat barisan tim gabungan di tapak penyebaran api.

Kepala Satuan Polisi Pamong Praja Provinsi Riau, Sri Sadono mengatakan pengerahan personel dilakukan demi menyokong percepatan penanganan kebakaran di daerah tersebut.

“Sesuai dengan arahan Bapak Plt Gubernur Riau, untuk mengerahkan personel dalam membantu penanganan Karhutla. Kita ada 15 orang di Dayun dan bergabung dengan tim gabungan di lokasi,” kata Kepala Satuan Polisi Pamong Praja Provinsi Riau Sri Sadono pada Kamis (10/9/2026).

Menembus pekatnya hutan dan medan yang sukar dilalui, para petugas terpaksa mengarungi perairan setempat demi membawa perlengkapan pemadam. Sarana transportasi air ini menjadi tumpuan utama lantaran jalur darat menuju titik api tak dapat dilintasi kendaraan roda empat.

“Untuk mobilisasi, tim Satpol PP menggunakan perahu bantuan dari Dinas Sosial Provinsi Riau. Sementara untuk tempat tinggal sementara, personel tinggal di Kantor Desa Sukamulya, Kecamatan Dayun selama bertugas,” kata Sri Sadono.

Dalam medan juang nan terik, kesehatan seluruh petugas dilaporkan tetap terjaga tanpa kendala berarti. Pasukan lapangan terus mengupayakan pemadaman secara intensif agar marabahaya asap lekas mereda.

“Alhamdulillah, anggota semuanya sehat. Kita terus maksimalkan upaya pemadaman. Kita juga meminta doa dan dukungan masyarakat, supaya ini cepat padam dan kualitas udara makin membaik,” ujar Sri Sadono.

Guna menjinakkan kobaran api, jajaran petugas menyiagakan empat unit pompa ministriker, satu unit pompa apung, serta dua unit mesin pompa berkapasitas 8 HP. Pasukan logistik turut menyertakan tiga unit kendaraan roda empat serta satu perahu fiber sebagai armada pendukung.

Penugasan tahap pertama bagi belasan personel ini dirancang berlangsung hingga Sabtu mendatang. Apabila kondisi medan masih membara, proses pergantian pasukan akan segera dilaksanakan sesuai standar operasional.

“Mereka sudah hari ke 6 di Dayun, rencana sampai Sabtu. Jika masih dibutuhkan, akan diganti dengan personel yang lain. Karena batas maksimal bertugas di lapangan hanya 7 hari,” tutur Sri Sadono.

Hambatan terbesar di lapangan bersumber dari jauhnya jarak antara bentangan titik api dan ketersediaan mata air. Kendati demikian, pasokan air pada kanal terdekat dinilai masih mencukupi sehingga penyemprotan dilakukan menyambung selang yang panjang.

“Sementara hanya itu kendalanya. Kalau air di kanal masih ada, walaupun harus pakai selang panjang untuk bisa mencapai titik api,” kata Sri Sadono.(rl)

Komentar