Perkuat Pembinaan Keagamaan, Kalapas Bangkinang Hadiri Silaturahmi dengan Ustadz Abdul Somad

Pekanbaru – Allnewsterkini. Com|Dalam rangka memperkuat pembinaan kepribadian dan keagamaan bagi Warga Binaan Pemasyarakatan (WBP), Kepala Lembaga Pemasyarakatan Kelas IIA Bangkinang, Alexander Lisman Putra, menghadiri kegiatan silaturahmi dan koordinasi antara Kepala Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Pemasyarakatan Riau dengan Ustadz Abdul Somad, Rabu (17/06).

Kegiatan yang berlangsung dalam suasana hangat, penuh kekeluargaan, dan sarat makna tersebut menjadi momentum strategis untuk mempererat sinergi antara jajaran pemasyarakatan dengan tokoh agama dalam mendukung pelaksanaan program pembinaan mental, spiritual, dan moral bagi Warga Binaan Pemasyarakatan.

Kalapas Kelas IIA Bangkinang, Alexander Lisman Putra, menyampaikan bahwa pembinaan keagamaan merupakan salah satu pilar utama dalam proses pembinaan di dalam lapas. Menurutnya, penguatan nilai-nilai spiritual mampu membentuk karakter yang lebih baik, menumbuhkan kesadaran untuk memperbaiki diri, serta menjadi bekal penting bagi warga binaan dalam menjalani kehidupan setelah kembali ke tengah masyarakat.

“Pembinaan keagamaan bukan sekadar kegiatan rutin, tetapi menjadi bagian penting dalam membentuk pribadi yang berakhlak, bertanggung jawab, dan siap berintegrasi kembali dengan masyarakat. Kami berharap melalui sinergi bersama para tokoh agama, pembinaan yang diberikan dapat semakin berkualitas dan memberikan dampak positif bagi warga binaan,” ujar Alexander.

Dalam kesempatan tersebut, jajaran Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Pemasyarakatan Riau juga menegaskan bahwa pembinaan kepribadian menjadi salah satu prioritas utama dalam mewujudkan sistem pemasyarakatan yang humanis, profesional, dan berorientasi pada pemulihan. Kolaborasi dengan tokoh agama dinilai sebagai langkah strategis untuk memperkuat pembinaan mental dan spiritual di seluruh Unit Pelaksana Teknis Pemasyarakatan.

Ustadz Abdul Somad menyambut baik upaya tersebut dan menegaskan pentingnya menghadirkan pembinaan keagamaan secara berkesinambungan di lingkungan pemasyarakatan. Menurutnya, pendekatan spiritual menjadi salah satu jalan efektif dalam membangun kesadaran, memperbaiki akhlak, serta menumbuhkan harapan baru bagi setiap warga binaan untuk menjadi pribadi yang lebih baik.

Keikutsertaan Kalapas Kelas IIA Bangkinang, Alexander Lisman Putra, dalam kegiatan ini menjadi wujud komitmen Lapas Kelas IIA Bangkinang untuk terus memperkuat sinergi dengan berbagai pihak, khususnya tokoh agama, dalam menghadirkan program pembinaan yang humanis, berkelanjutan, dan berdampak nyata. Diharapkan, kolaborasi tersebut mampu menciptakan proses pembinaan yang semakin optimal, sehingga warga binaan memiliki bekal moral, spiritual, dan sosial yang kuat untuk kembali menjadi anggota masyarakat yang produktif dan bertanggung jawab.(red)

Komentar