Kampar – Allnewsterkini. Com|Dalam rangka memperkokoh kemanunggalan TNI dengan rakyat serta mempererat sinergitas antar-instansi, Kodim 0313/KPR menggelar aksi nyata peduli lingkungan tempat ibadah. Melalui Program Karya Bakti TNI Satkowil Semester I TA 2026,puluhan personel gabungan bersama masyarakat bergotong-royong membersihkan dan membenahi Mushola Attoyyibin yang berlokasi di dusun Sukun, Desa Ganting Damai, Kecamatan Salo, Kabupaten Kampar Riau, Rabu(17/06/2026)
Mengusung tema besar : Karya Bakti TNI AD menguatkan Ketahanan Wilayah Untuk Mewujudkan Indonesia Maju”.
Sinergitas Lintas Sektoral Bersama Ratusan Personel Gabungan.
Aksi gotong-royong berskala makro ini dihadiri langsung oleh jajaran pimpinan kewilayahan guna memastikan jalannya program berjalan masif dan optimal. Tokoh-tokoh yang turut serta di lapangan meliputi, Komandan Kodim 0313/KPR yang diwakili oleh Perwira Seksi Teritorial ( Pasiter) Kapten Arh Budiman, Kapolsek Kuok Iptu Hasrul, Kepala Desa Ganting Damai Bapak Hermunis, serta segenap perangkat desa setempat dan di bantu oleh Aparat Teritorial Kodim 0313/KPR, Instansi Sektoral & Kompenen Masyarakat terdiri dari personel Yonif 132/Bima Sakti, Batalyon Yon TP 898/PC jajaran Polsek Kuok/Polri serta warga masyarakat Dusun Sukun.
Wujud Manunggal TNI-AD Menguatkan Ketahanan Wilayah, Fokus utama karya bakti di Mushola Attoyyibin ini meliputi pembersihan bagian dalam rumah ibadah, pengecatan ulang dinding, penataan halaman, hingga pembersihan saluran drainase di sekeliling tempat ibadah.
Sinergi bahu-membahu antara prajurit berbaju loreng, aparat kepolisian, dan warga lokal mencerminkan bahwa nilai luhur gotong-royong tetap hidup subur ditengah masyarakat kampar.
Dandim 033/KPR melalui Pasiter Kapten Arh Budiman menyampaikan bahwa pelaksanaan karya bakti ini merupakan implementasi dari amanat komondo atas untuk senantiasa hadir membantu fasilitas publik. ” Hari ini kita melaksanakan Program Karya Bakti Satkowil Semester I di Desa Ganting Damai. Kehadiran kami adalah bukti nyata sinergi kita dengan masyarakat di wilayah binaan. pungkasnya.







Komentar