Rektor UMRI Kunjungi Menteri Pertanian, Bahas Penguatan Ketahanan Pangan Berbasis Kampus

Daerah7 views

Jakarta — Allnewsterkini. Com | Universitas Muhammadiyah Riau (UMRI) terus memperkuat kontribusinya dalam mendukung ketahanan pangan nasional melalui kolaborasi strategis dengan pemerintah. Komitmen tersebut diwujudkan melalui kunjungan silaturahmi Rektor UMRI, Dr. H. Saidul Amin, M.A., bersama Ketua Badan Pembina Harian (BPH) UMRI, Prof. Dr. H. M. Nazir Karim, M.A., kepada Menteri Pertanian Republik Indonesia Dr. Ir. H. Andi Amran Sulaiman, M.P., di Kantor Kementerian Pertanian RI, Jakarta, pada Kamis (27/8/2026).

Pertemuan berlangsung dalam suasana akrab dan membahas sejumlah langkah konkret untuk memperkuat keterlibatan perguruan tinggi, khususnya UMRI, dalam mendukung agenda ketahanan pangan nasional.

Dalam kesempatan tersebut, Rektor UMRI menyampaikan tiga agenda utama. Pertama, mengundang Menteri Pertanian untuk memberikan ceramah umum kepada mahasiswa baru UMRI pada kegiatan Pengenalan Kehidupan Kampus bagi Mahasiswa Baru (PKKMB) yang dijadwalkan berlangsung pada 16–18 September 2026. Ceramah tersebut diharapkan dapat memberikan perspektif dan motivasi kepada generasi muda mengenai peran strategis mahasiswa dalam mendukung dan menyukseskan ketahanan pangan nasional.

Kedua, Rektor UMRI mengundang Menteri Pertanian untuk meresmikan Program Ketahanan Pangan Nasional Berbasis Kampus (KPNBK) UMRI. Program ini merupakan inisiatif UMRI untuk mengoptimalkan pemanfaatan lahan tidur yang selama ini belum produktif, termasuk lahan seluas kurang lebih 5 hektare, serta lahan milik Persyarikatan Muhammadiyah lainnya di Pekanbaru dan sekitarnya.

Program tersebut dirancang tidak sekadar sebagai kegiatan produksi pangan, tetapi juga menjadi ruang pembelajaran dan pengabdian bagi sivitas akademika. Mahasiswa, dosen, tenaga kependidikan, alumni, dan masyarakat diharapkan dapat terlibat secara langsung dalam proses pengelolaan lahan, pengembangan teknologi pertanian, hingga penguatan ekosistem pangan berbasis masyarakat.

Ketiga, Rektor UMRI berharap Menteri Pertanian dapat meresmikan Brigade Pangan UMRI, yang melibatkan staf, mahasiswa, alumni, dan masyarakat. Brigade ini diproyeksikan menjadi penggerak sekaligus duta UMRI dalam mengimplementasikan program ketahanan pangan berbasis kampus secara berkelanjutan.

Rektor UMRI, Dr. Saidul Amin, menegaskan bahwa keterlibatan perguruan tinggi dalam ketahanan pangan merupakan bagian dari tanggung jawab sosial dan pengabdian kepada masyarakat.

“UMRI tidak ingin ketahanan pangan hanya menjadi wacana. Kampus harus hadir dengan aksi nyata. Lahan yang selama ini tidak produktif harus kita ubah menjadi lahan yang menghasilkan, sekaligus menjadi laboratorium pembelajaran bagi mahasiswa dan ruang pengabdian kepada masyarakat,” ujar Dr. Saidul Amin.

Menurutnya, Program KPNBK juga menjadi momentum untuk menanamkan kesadaran kepada mahasiswa bahwa ketahanan pangan merupakan tanggung jawab bersama dan membutuhkan keterlibatan generasi muda.

“Mahasiswa bukan hanya dipersiapkan untuk mencari pekerjaan, tetapi juga harus memiliki kepedulian terhadap persoalan bangsa. Ketahanan pangan adalah salah satu persoalan strategis yang harus dijawab oleh generasi muda dengan ilmu pengetahuan, teknologi, inovasi, dan kerja nyata,” tegasnya.

Dalam pertemuan tersebut, Menteri Pertanian RI Andi Amran Sulaiman menyampaikan apresiasi terhadap inisiatif UMRI. Ia menyambut baik program ketahanan pangan berbasis kampus dan menyatakan upaya untuk dapat hadir langsung ke UMRI, Pekanbaru, dalam rangka meresmikan program tersebut.

Menteri Pertanian juga mengarahkan jajaran Kementerian Pertanian agar berbagai bentuk dukungan yang berkaitan dengan pelaksanaan KPNBK dan Brigade Pangan UMRI dapat dipersiapkan sebelum kunjungannya ke Pekanbaru. Dukungan tersebut antara lain berkaitan dengan sarana produksi pertanian, seperti traktor, benih, dan kebutuhan pendukung lainnya.

Bagi UMRI, dukungan tersebut menjadi bagian penting dalam membangun ekosistem ketahanan pangan yang tidak hanya berorientasi pada hasil produksi, tetapi juga pada pendidikan, penelitian, inovasi, dan pemberdayaan masyarakat.

Dr. Saidul Amin menambahkan, UMRI akan memanfaatkan momentum tersebut untuk membangun model ketahanan pangan berbasis kampus yang dapat dikembangkan secara berkelanjutan dan direplikasi di berbagai wilayah.

“Kami ingin menjadikan UMRI sebagai salah satu contoh bahwa kampus dapat mengambil peran langsung dalam menjawab persoalan ketahanan pangan. Mahasiswa belajar dari lapangan, dosen mengembangkan ilmu dan inovasi, masyarakat mendapatkan manfaat, dan pemerintah mendapatkan mitra strategis dalam menjalankan program nasional,” ungkapnya.

Ia berharap sinergi UMRI dengan Kementerian Pertanian tidak berhenti pada seremoni peresmian, tetapi berkembang menjadi kolaborasi jangka panjang dalam bidang pendidikan, penelitian, pengabdian kepada masyarakat, inovasi teknologi pertanian, serta pemberdayaan ekonomi masyarakat.

Inisiatif KPNBK dan Brigade Pangan UMRI sekaligus mempertegas komitmen UMRI dalam mengimplementasikan Catur Dharma Perguruan Tinggi Muhammadiyah dan ‘Aisyiyah (PTMA). Melalui program tersebut, pendidikan dan pengajaran, penelitian, pengabdian kepada masyarakat, serta penguatan nilai-nilai Al-Islam dan Kemuhammadiyahan diintegrasikan dalam sebuah gerakan nyata yang memberikan manfaat bagi masyarakat dan bangsa.(rl)

Komentar