PEKANBARU – Allnewsterkini. Com | Pemerintah Kota Pekanbaru di bawah kepemimpinan Wali Kota Agung Nugroho dan Wakil Wali Kota Markarius Anwar mencatat sejumlah capaian pembangunan dalam satu tahun terakhir. Berbagai program yang dijalankan dinilai mulai menunjukkan hasil dan memberikan dampak langsung kepada masyarakat. Selasa (5/5/2026)
Dari sisi tata kelola pemerintahan, Pemko Pekanbaru berhasil melunasi utang daerah sebesar Rp467 miliar, sekaligus mendorong masuknya investasi baru. Selain itu, proses Persetujuan Bangunan Gedung (PBG) kini dipercepat dan dapat diselesaikan dalam waktu sekitar satu jam.
Di bidang infrastruktur, pemerintah melakukan perbaikan jalan sepanjang lebih dari 42 kilometer, meremajakan 42 halte, memasang lampu penerangan jalan, serta menyediakan layanan wifi gratis di sejumlah titik. Upaya ini dilakukan untuk meningkatkan kenyamanan dan mobilitas masyarakat.
Penanganan banjir juga menjadi perhatian melalui penanganan 20 titik rawan, normalisasi sungai sepanjang 78,2 kilometer, serta pembenahan drainase dan daerah aliran sungai (DAS) sepanjang 109,5 kilometer. Di sisi lain, program penghijauan digencarkan melalui penanaman 15 ribu pohon sebagai bagian dari konsep Pekanbaru Green City.
Pada sektor lingkungan, Pemko membentuk Lembaga Pengelolaan Sampah (LPS) di 83 kelurahan serta menggulirkan Gerakan Serbu Sampah. Penindakan terhadap pembuangan sampah ilegal juga dilakukan, disertai penertiban 175 tiang reklame. Pemerintah juga mulai mengembangkan proyek pengolahan sampah menjadi energi atau waste to energy (WTE).
Di bidang pelayanan publik, kehadiran Mobil AMAN mempermudah masyarakat dalam mengakses layanan administrasi kependudukan. Sementara itu, Tim Reaksi Cepat (TRC) Pekanbaru Aman 112 diluncurkan guna meningkatkan rasa aman dan perlindungan bagi warga.
Pada sektor pendidikan, Pemko memberikan beasiswa dari jenjang S1 hingga S3, termasuk bagi hafiz Al-Qur’an. Program Zero Putus Sekolah berhasil menjaring 1.778 anak, dengan 757 anak di antaranya kembali bersekolah. Pemerintah juga membantu penyelesaian ijazah tertahan serta penyediaan perlengkapan sekolah.
Untuk mendukung wajib belajar 13 tahun, pemerintah merealisasikan program satu PAUD di setiap kelurahan yang terintegrasi dengan layanan posyandu. Upaya ini diperkuat melalui pelatihan kader posyandu guna menekan angka stunting.
Di bidang kesehatan, masyarakat memperoleh layanan pemeriksaan kesehatan gratis serta program Makan Bergizi Gratis (MBG) bagi peserta didik, ibu hamil, ibu menyusui, dan balita.

Pemerintah juga menggulirkan program pemberdayaan masyarakat melalui bantuan Rp100 juta per RW, pengangkatan PPPK dan PPPK paruh waktu, serta pemberian tunjangan kinerja ke-14. Untuk menjaga daya beli masyarakat, bazar pangan murah digelar di 50 lokasi.
Dalam bidang sosial, Pemko Pekanbaru menyalurkan bantuan kepada daerah terdampak banjir di Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat sebagai bentuk solidaritas antardaerah.
Prestasi daerah turut ditorehkan dengan raihan juara II Musabaqah Tilawatil Qur’an (MTQ) tingkat Provinsi Riau serta suksesnya pelaksanaan MTQ ke-57 tingkat kota. Selain itu, Festival Kreatif Budaya Melayu digelar untuk memperkuat identitas budaya sekaligus mendorong pertumbuhan UMKM.
Gaya hidup sehat masyarakat juga didukung melalui penyelenggaraan Pekanbaru 10K dan peresmian Stadion Mini Gelora Hang Tuah.
Pemko Pekanbaru juga berperan dalam mendukung Program Strategis Nasional (PSN), di antaranya program Makan Bergizi Gratis dengan 27 dapur umum, pembentukan 83 Koperasi Merah Putih di setiap kelurahan, serta digitalisasi pendidikan melalui penyediaan smartboard di sekolah negeri. Selain itu, program Sekolah Rakyat mulai berjalan dengan dukungan fasilitas dari Kementerian Sosial.
Upaya pengentasan kemiskinan dilakukan melalui intervensi terhadap kemiskinan ekstrem dan penguatan UMKM. Di sektor perumahan, pemerintah membangun 42 unit rumah layak huni dan merehabilitasi 12 unit rumah. Sementara itu, pembangunan jaringan gas kota telah mencapai 20 ribu sambungan rumah.

Atas capaian tersebut, Wali Kota Pekanbaru menerima penghargaan peringkat dua nasional dalam Apresiasi Pemerintah Daerah Berprestasi 2026 dari pemerintah pusat, khususnya dalam upaya menekan angka kemiskinan dan stunting.(ADV)







Komentar