Tabligh Akbar Maulid Nabi, Rektor UMRI: Murid Muhammadiyah Adalah Pelanjut Persyarikatan

Pekanbaru56 views

Pekanbaru – Allnewsterkini. Com| Sekolah Muhammadiyah tidak hanya bertugas mencetak generasi yang unggul secara akademik, tetapi juga memiliki tanggung jawab menyiapkan kader penerus Persyarikatan. Pesan tersebut disampaikan Rektor Universitas Muhammadiyah Riau (UMRI), Dr. H. Saidul Amin, M.A., saat memberikan tausyiah pada Tabligh Akbar dalam rangka memperingati Maulid Nabi Muhammad SAW di SMK Muhammadiyah 3 Pekanbaru, pada Selasa (8/9/2026) pagi.

“Di sekolah Muhammadiyah, murid bukan sekadar murid. Murid adalah pelanjut Persyarikatan Muhammadiyah, karena itu mereka harus diasah, diasih, dan diasuh.”

Pernyataan tersebut menjadi salah satu pesan utama Dr. Saidul Amin di hadapan pimpinan sekolah, majelis guru, karyawan, serta seluruh murid SMK Muhammadiyah 3 Pekanbaru. Menurutnya, pendidikan Muhammadiyah harus mampu membentuk generasi yang tidak hanya cerdas dan kompeten, tetapi juga memiliki karakter, nilai keislaman, serta kesadaran untuk meneruskan perjuangan Persyarikatan.

“Di sekolah Muhammadiyah, murid bukan sekadar murid. Murid adalah pelanjut Persyarikatan Muhammadiyah. Karena itu, mereka harus diasah, diasih, dan diasuh, serta dipersiapkan bukan hanya menjadi orang yang pintar, tetapi juga memiliki karakter, nilai, dan komitmen untuk melanjutkan perjuangan Muhammadiyah,” tegas Rektor UMRI.

Tabligh Akbar tersebut dirangkaikan dengan penandatanganan Memorandum of Understanding (MoU) dan Perjanjian Kerja Sama (PKS). Kegiatan berlangsung di Lapangan SMK Muhammadiyah 3 Pekanbaru dan dihadiri pimpinan, majelis guru, serta karyawan SMK Muhammadiyah 3, SMP Muhammadiyah 4, SD Muhammadiyah 6 Pekanbaru, dan seluruh murid SMK Muhammadiyah 3 Pekanbaru.

Dalam tausyiahnya, Dr. Saidul Amin menegaskan bahwa UMRI sebagai bagian dari Amal Usaha Muhammadiyah (AUM) memiliki keterikatan yang kuat dengan seluruh lembaga pendidikan Muhammadiyah. Karena itu, kolaborasi antara sekolah dan perguruan tinggi Muhammadiyah perlu dibangun secara lebih strategis dan berkelanjutan.

“UMRI tidak bisa dipisahkan dari AUM. Karena itu, kerja sama harus kita bangun lebih dalam lagi, termasuk bagaimana memastikan kelangsungan pendidikan ke jenjang yang lebih tinggi, baik program magister di UMRI maupun di UMAM,” ujarnya.

Menurutnya, sinergi antarlembaga pendidikan Muhammadiyah tidak boleh berhenti pada kerja sama administratif, tetapi harus mampu menciptakan ekosistem pendidikan yang memberikan jalur keberlanjutan bagi peserta didik, mulai dari pendidikan dasar dan menengah hingga perguruan tinggi.

Dr. Saidul Amin juga menekankan pentingnya penguasaan bahasa internasional bagi generasi muda Muhammadiyah. Perubahan lingkungan pendidikan global menuntut sekolah untuk mempersiapkan peserta didik dengan kemampuan komunikasi yang lebih luas.

“Standar kita ke depan harus lebih baik. Bahasa internasional harus diperbaiki dan dikuasai. Karena itu, prosesnya dapat diawali dengan penerapan pembelajaran bilingual dalam proses belajar mengajar di sekolah,” jelasnya.

Ia berharap sekolah-sekolah Muhammadiyah mulai membangun budaya akademik yang terbuka terhadap perkembangan global, tanpa meninggalkan identitas, nilai-nilai Islam, dan karakter Muhammadiyah.

Sementara itu, Kepala SMK Muhammadiyah 3 Pekanbaru, Muswardi, S.T., M.T., menyampaikan bahwa pihaknya terus melakukan penguatan kualitas pendidikan, khususnya melalui pengembangan pembelajaran berbasis praktik dan peningkatan pelayanan kepada masyarakat.

Salah satu upaya tersebut diwujudkan melalui pengembangan Bengkel SMK Muhammadiyah 3 Terpadu yang telah diresmikan Ketua Pimpinan Pusat Muhammadiyah oleh Prof. Dr. H. Muhadjir Effendy, M.A.P. Bengkel tersebut kini telah dikembangkan menjadi Bengkel Surya Auto Service SMK Muhammadiyah 3 Pekanbaru yang dapat memberikan layanan kepada masyarakat umum.

“Untuk memajukan proses dan pelayanan belajar mengajar, Alhamdulillah Bengkel SMK Muhammadiyah 3 Terpadu telah diresmikan oleh Ketua PP Muhammadiyah Prof. Muhadjir Effendy. Kehadiran bengkel ini menjadi bagian dari upaya kami memperkuat pembelajaran berbasis praktik sekaligus meningkatkan kompetensi peserta didik,” kata Muswardi.

Ia menambahkan, keberadaan bengkel tersebut diharapkan memberikan manfaat yang lebih luas, tidak hanya sebagai sarana pembelajaran bagi siswa, tetapi juga sebagai unit layanan yang dapat memenuhi kebutuhan masyarakat.

“Kami berharap Bengkel Surya Auto Service SMK Muhammadiyah 3 dapat melayani kebutuhan servis kendaraan roda empat bagi seluruh civitas akademika UMRI dan keluarga besar Perguruan Muhammadiyah,” harapnya.

Muswardi menilai, kolaborasi dengan UMRI menjadi bagian penting dalam membangun kesinambungan pendidikan di lingkungan Muhammadiyah. Kerja sama tersebut diharapkan dapat membuka peluang lebih luas dalam pengembangan kompetensi siswa, peningkatan kualitas tenaga pendidik, penguatan pembelajaran, hingga keberlanjutan pendidikan lulusan SMK ke perguruan tinggi.

Melalui sinergi sekolah dan perguruan tinggi Muhammadiyah, pendidikan diharapkan tidak hanya menghasilkan lulusan yang siap memasuki dunia kerja dan pendidikan tinggi, tetapi juga melahirkan kader-kader masa depan yang mampu membawa Muhammadiyah terus tumbuh dan memberikan manfaat bagi umat dan bangsa. (rl)

Komentar