Tiga Hari Berjibaku, Yonif TP 851/BBC Bersama Tim Gabungan Kendalikan Karhutla KITB Siak

Siak8 views

SIAK — Allnewsterkini. Com | Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di lahan milik Pemerintah Kabupaten Siak kawasan KITB, Jalan Proyek, Desa Mengkapan, Kecamatan Sungai Apit, mulai menunjukkan perkembangan positif. Memasuki hari ketiga penanganan, tim gabungan masih berjibaku memadamkan bara dan mendinginkan sejumlah titik yang mengeluarkan asap.

Penanganan dilakukan sejak Rabu (9/9/2026) sekitar pukul 09.00 WIB. Petugas menyisir area yang telah terbakar untuk memastikan tidak ada titik api maupun bara yang berpotensi memicu kebakaran kembali.

Kepala api yang sebelumnya menjadi ancaman utama telah berhasil dikendalikan. Pengendalian dilakukan melalui pemadaman sekaligus pembuatan dan penguatan sekat bakar.

Hingga hari ketiga, tidak terlihat adanya penyebaran api yang signifikan ke area sekitar. Namun, kondisi tersebut belum membuat petugas menghentikan operasi. Sejumlah titik masih mengeluarkan asap dan menyisakan bara sehingga proses pemadaman dan pendinginan terus dilakukan.

Sekitar 250 personel Yonif TP 851/BBC diterjunkan dalam penanganan tersebut. Mereka diperkuat personel BPBD/Damkar Kecamatan Sungai Apit, Kodim 0322/Siak, Polsek Sungai Apit, Manggala Agni, Masyarakat Peduli Api (MPA) Desa Mengkapan, RPK Arara Abadi, serta unsur Kantibmas.

Dukungan peralatan juga dikerahkan untuk mempercepat penanganan. Yonif TP 851/BBC mengoperasikan tiga unit mobil atau truk pemadam, dua excavator, enam mesin pompa air, dan satu Mini Tracker.

Kodim 0322/Siak turut menyiagakan satu mesin pompa air, sedangkan BPBD Kecamatan Sungai Apit mengerahkan tiga mesin pompa. MPA Desa Mengkapan dan RPK masing-masing menurunkan satu Mini Tracker, sementara Manggala Agni mengerahkan dua unit Mini Tracker.

Selain peralatan pemadaman, kendaraan angkut digunakan sebagai sarana pendukung mobilitas personel dan peralatan di lapangan.

Meski kondisi kebakaran mulai terkendali, petugas masih harus mewaspadai potensi munculnya kembali api dari bara yang berada di bawah permukaan lahan. Karena itu, penyisiran, pemadaman, pendinginan, dan pemantauan dilakukan secara terus-menerus.

Pengecekan serta penguatan sekat bakar juga dilakukan secara berkala untuk mencegah api kembali merambat ke area yang belum terbakar.

Ketersediaan sumber air dan dukungan peralatan, terutama mesin pompa serta Mini Tracker, masih dibutuhkan hingga seluruh titik panas dipastikan padam.

Tim gabungan menargetkan penanganan terus dilakukan sampai kawasan tersebut benar-benar aman dan tidak lagi ditemukan api, bara maupun asap yang berpotensi memicu kebakaran susulan.(A-R)

Komentar