Zulkifli Hasan Tanam Benih Jagung dan Nanas di Lahan Pertanian UMRI

Pekanbaru10 views

Pekanbaru – Allnewsterkini. Com| Menteri Koordinator Bidang Pangan Republik Indonesia Zulkifli Hasan melakukan penanaman benih jagung dan nanas di lahan pertanian Kampus Utama Universitas Muhammadiyah Riau (UMRI), pada Rabu (16/9/2026). Penanaman tersebut menjadi bagian dari rangkaian pembukaan Pengenalan Kehidupan Kampus bagi Mahasiswa Baru (PKKMB) UMRI Tahun Akademik 2026/2027 sekaligus menandai dimulainya pemanfaatan lahan kampus untuk mendukung program ketahanan pangan.

Didampingi Rektor UMRI Saidul Amin, Plt. Gubernur Riau S. F. Hariyanto, Zulkifli Hasan secara simbolis menanam benih jagung dan nanas di kawasan lahan pertanian UMRI. Kegiatan tersebut berlangsung di tengah hamparan lahan kampus yang diproyeksikan menjadi kawasan pertanian produktif sekaligus ruang pembelajaran bagi mahasiswa.

Lahan pertanian yang dikembangkan UMRI tersebut memiliki luas sekitar 3,8 hektare dan akan dikelola secara bertahap untuk mendukung pengembangan program ketahanan pangan berbasis kampus. Selain menghasilkan komoditas pertanian, kawasan ini diarahkan menjadi sarana pembelajaran dan praktik mahasiswa dalam bidang pertanian, teknologi, kewirausahaan, serta pengelolaan sumber daya secara berkelanjutan, serta agro wisata.

Penanaman benih jagung dan nanas menjadi langkah awal dalam pemanfaatan lahan tersebut agar memiliki nilai produktif sekaligus memberikan pengalaman pembelajaran langsung kepada mahasiswa mengenai proses budidaya dan pengelolaan pertanian.

Zulkifli Hasan mengatakan, pengembangan pertanian di lingkungan perguruan tinggi memiliki arti penting karena kampus merupakan tempat tumbuhnya ilmu pengetahuan, riset, inovasi, dan teknologi.

“Ketahanan pangan itu harus dekat dengan kampus. Kalau tidak, Indonesia akan tertinggal,” ujar Zulkifli Hasan.

Menurutnya, penguatan ketahanan pangan tidak cukup hanya dengan meningkatkan produksi, tetapi juga membutuhkan dukungan teknologi, sistem irigasi, serta tata kelola yang baik. Perguruan tinggi dinilai memiliki kapasitas untuk menghasilkan inovasi yang dapat menjawab berbagai kebutuhan sektor pangan.

“Kita harus menyiapkan teknologi, dan teknologi itu bisa diciptakan oleh kampus,” katanya.

Ia berharap pengembangan lahan pertanian di UMRI dapat menjadi bagian dari upaya memperkuat keterlibatan perguruan tinggi dalam mendukung ketahanan pangan sekaligus menyiapkan mahasiswa agar memiliki pengetahuan dan pengalaman yang relevan dengan sektor pangan.

Rektor UMRI Saidul Amin, menyampaikan bahwa pemanfaatan lahan seluas 3,8 hektare tersebut akan dikembangkan secara terencana dan berkelanjutan.

Menurutnya, keberadaan lahan pertanian di Kampus Utama UMRI tidak hanya diarahkan untuk menghasilkan komoditas pertanian, tetapi juga dapat menjadi laboratorium lapangan bagi mahasiswa.

“Kami berharap pengembangan ini dapat menjadi contoh pengelolaan ketahanan pangan UMRI yang dilakukan secara terencana dan berkelanjutan. Kami juga berharap pengembangan ini membuka peluang kolaborasi antara universitas, pemerintah, dunia usaha, mahasiswa, dan berbagai pihak lainnya,” ujar Saidul Amin.

Melalui pengembangan kawasan tersebut, UMRI berupaya mengintegrasikan aspek pendidikan, penelitian, pengabdian kepada masyarakat, kewirausahaan, dan ketahanan pangan dalam satu ekosistem berbasis kampus.

Penanaman benih jagung dan nanas oleh Menteri Koordinator Bidang Pangan RI tersebut sekaligus menjadi simbol dimulainya langkah UMRI dalam mengoptimalkan lahan kampus sebagai kawasan pertanian produktif dan edukatif, serta momentum awal pengembangan kawasan pertanian berbasis perguruan tinggi. Ke depan, lahan tersebut diharapkan tidak hanya produktif secara pertanian, tetapi juga menjadi ruang belajar dan inovasi bagi mahasiswa dalam menjawab tantangan ketahanan pangan serta memberikan manfaat bagi masyarakat.(rl)

Komentar