Rektor UMRI Jalin Kerja Sama Internasional dengan Tiga Institusi Pendidikan Di Maldives

Pekanbaru – Allnewsterkini.Com|Rektor Universitas Muhammadiyah Riau (Umri), Dr H Saidul Amin, MA., bersama Ketua Badan Pembina Harian (BPH) Umri, Prof Dr H M Nazir Karim, MA., melakukan kunjungan balasan ke Republik Maldives pada Sabtu (30/8/2025). Kunjungan tersebut dilaksanakan atas undangan resmi Islamic University of Maldives (IUM).

Dalam rangkaian kunjungan tersebut, Umri menandatangani Nota Kesepahaman (MoU) dengan tiga institusi ternama di Maldives, yaitu Islamic University of Maldives (IUM), Maldives National University (MNU), serta Maldives Medical and Dental Council (MMDC).

Saat berkunjung ke IUM, rombongan Umri disambut langsung oleh Rektor IUM, Dr Mohamed Zahir Husein. Sementara di MNU, yang dikenal sebagai universitas tertua dan terbesar di Maldives, rombongan diterima oleh Chancellor Dr Mahamood Shougee—mantan Menteri Pendidikan Maldives—bersama Vice Chancellor Dr Aishah Shehenaz Adam.

Selain penandatanganan MoU, pertemuan tersebut juga membahas rencana kerja sama berupa research collaboration, lecturer and student exchange, serta program pengabdian kepada masyarakat.

“Kerja sama ini tidak hanya sebatas penandatanganan MoU, melainkan juga membuka peluang besar dalam bidang riset kolaboratif, pertukaran dosen dan mahasiswa, serta program pengabdian masyarakat,” ungkap Rektor Umri.

Kerja sama juga dijalin dengan Maldives Medical and Dental Council (MMDC). Rektor Umri diterima langsung oleh Registrar Mohamed Shaafii Abdul Munim. Dalam pertemuan ini, dibicarakan peluang mahasiswa Maldives untuk melanjutkan studi di Fakultas Kedokteran Umri.

Selain itu, MMDC memberikan arahan terkait persyaratan yang perlu dipenuhi Umri agar pemerintah Maldives dapat mengirimkan mahasiswanya, sekaligus pengakuan atas legalitas ijazah lulusan.

Sebagai catatan, Maldives merupakan negara kepulauan di Samudera Hindia dengan luas daratan sekitar 300 km². Negara ini terdiri dari hampir 1.200 pulau, dengan sekitar 200 pulau berpenghuni. Sejarah mencatat, Islam masuk ke Maldives pada masa Raja Dhovemi yang memeluk Islam pada tahun 1163 dan bergelar Khalifah Muhammad al-Adl. Sejak itu, seluruh rakyat Maldives memeluk Islam, dan hingga kini agama Islam menjadi syarat utama kewarganegaraan. Maldives sendiri pernah berada di bawah kolonial Portugis, Belanda, dan Inggris sebelum meraih kemerdekaan penuh pada tahun 1968.

Melalui kerja sama internasional ini, Umri berharap dapat memperluas jejaring akademik sekaligus memperkuat posisinya sebagai destinasi pendidikan tinggi bagi mahasiswa internasional, khususnya dari kawasan Asia Selatan.(rl)

Komentar