Tingkatkan Sinergi dan Kewaspadaan, Pesan Kakaknwil Ditjenpas Riau Sambut Bulan Suci Ramadhan 1447 H

Riau – Allnewsterkini. Com | Menyambut Bulan Suci Ramadhan 1447 H/2026 M, Kepala Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Pemasyarakatan (Ditjenpas) Riau menegaskan pentingnya peningkatan sinergi, kewaspadaan, serta penguatan pengamanan di seluruh Unit Pelaksana Teknis (UPT) Pemasyarakatan se-Riau. Imbauan ini ditujukan kepada seluruh Kepala Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) dan Rumah Tahanan Negara (Rutan) agar memastikan situasi keamanan dan ketertiban (kamtib) tetap terjaga selama pelaksanaan ibadah Ramadhan hingga perayaan Hari Raya Idul Fitri 1447 H. Sabtu 21 Februari 2026.

Menurutnya, momentum Ramadhan dan Idul Fitri merupakan periode dengan intensitas kegiatan yang meningkat, baik dari sisi aktivitas warga binaan maupun kunjungan keluarga. Oleh karena itu, langkah antisipatif dan preventif harus dilakukan secara optimal, terukur, dan terkoordinasi. “Kita ingin seluruh rangkaian ibadah dan perayaan Idul Fitri berjalan aman, tertib, dan kondusif tanpa gangguan kamtib di seluruh UPT Pemasyarakatan wilayah Riau,” tegasnya.

Penguatan pengamanan dilaksanakan melalui penambahan personel dengan melibatkan staf non-regu jaga dalam sistem pengawasan terpadu. Kontrol dan patroli rutin ditingkatkan, khususnya pada blok hunian, area kunjungan, dapur, tempat ibadah, serta pintu utama. Selain itu, dibentuk Posko Ramadhan dan Idul Fitri sebagai pusat kendali informasi dan koordinasi cepat dalam merespons setiap potensi gangguan keamanan.

Razia rutin dan insidentil terus digencarkan untuk mencegah masuknya barang-barang terlarang. Pemanfaatan sarana dan prasarana pengamanan seperti body scanner, metal detector, CCTV, serta sistem pemeriksaan berlapis dioptimalkan. Distribusi makanan sahur dan berbuka puasa juga diawasi secara ketat guna memastikan keamanan konsumsi sekaligus mencegah potensi penyelundupan barang ilegal.

Dalam aspek deteksi dini, jajaran pemasyarakatan diminta melakukan pemetaan terhadap warga binaan berisiko tinggi serta profiling individu yang berpotensi mengganggu stabilitas keamanan. Intensifikasi pelaporan intelijen harian diberlakukan untuk memastikan setiap informasi berkembang dapat segera ditindaklanjuti. Pengawasan terhadap komunikasi warga binaan, termasuk potensi peredaran narkoba dan penggunaan alat komunikasi ilegal, diperketat sebagai bagian dari upaya pencegahan dini.

Pelaksanaan kegiatan ibadah selama Ramadhan diatur secara tertib dan terjadwal. Kegiatan sholat tarawih dan tadarus dilaksanakan secara bergiliran dengan pengawasan petugas. Pembatasan aktivitas warga binaan hingga pukul 22.00 diberlakukan guna menjaga stabilitas dan ketertiban malam hari. Penceramah eksternal yang diundang wajib melalui proses skrining dan koordinasi dengan aparat terkait, dengan materi ceramah yang diarahkan pada penguatan moderasi beragama, pembinaan akhlak, serta penguatan nilai-nilai kebangsaan.

Pada momentum Hari Raya Idul Fitri, pelaksanaan Sholat Id, penyerahan Remisi Khusus, serta layanan kunjungan keluarga dilaksanakan dengan pengamanan ekstra dan sistem antrean terjadwal. Pemeriksaan badan dan barang dilakukan secara menyeluruh, serta pengawasan langsung oleh pejabat struktural guna memastikan seluruh prosedur berjalan sesuai standar operasional.

Selain penguatan teknis pengamanan, aspek integritas petugas juga menjadi perhatian utama. Optimalisasi Satuan Operasional Kepatuhan Internal (Satops Patnal) dilakukan untuk memastikan disiplin dan profesionalisme seluruh jajaran. Pengawasan penggunaan media sosial diperketat, serta diterapkan kebijakan zero tolerance terhadap pungutan liar, penyalahgunaan narkoba, maupun pelanggaran disiplin lainnya. Apel integritas dan penandatanganan komitmen bersama digelar sebagai bentuk penguatan moral dan tanggung jawab.

Tak hanya itu, koordinasi dan sinergi dengan TNI, Polri, serta instansi kesehatan terus ditingkatkan guna mengantisipasi berbagai kemungkinan situasi darurat. Prosedur kontinjensi disiapkan secara matang, termasuk mekanisme pelaporan berjenjang dan terpusat agar pengendalian kebijakan tetap berjalan akuntabel, efektif, dan responsif.

Melalui langkah-langkah komprehensif tersebut, Kanwil Ditjenpas Riau optimistis pelaksanaan ibadah Ramadhan dan perayaan Idul Fitri 1447 H di lingkungan pemasyarakatan dapat berlangsung dengan aman, tertib, dan penuh khidmat, sekaligus menjadi momentum pembinaan spiritual bagi seluruh warga binaan dan petugas.(*)

Komentar