Yudisium XXIX FIKOM UMRI, 116 Lulusan Siap Melangkah ke Dunia Profesional

Pekanbaru15 views

Pekanbaru – Allnewstetkini. Com | Fakultas Ilmu Komunikasi Universitas Muhammadiyah Riau (FIKOM UMRI) menggelar Yudisium XXIX melalui Sidang Senat Terbuka di Auditorium Gedung KH. Ahmad Dahlan, Kampus Utama UMRI, Pekanbaru, pada Rabu (9/9/2026).

Sebanyak 116 peserta mengikuti yudisium yang terdiri atas 84 lulusan Program Studi Ilmu Komunikasi dan 32 lulusan Program Studi Hubungan Masyarakat. Yudisium menjadi momentum penting bagi para mahasiswa setelah menyelesaikan seluruh rangkaian pendidikan akademik di FIKOM UMRI sekaligus menjadi awal untuk memasuki dunia profesional dan mengimplementasikan ilmu di tengah masyarakat.

Sidang Senat Terbuka dipimpin Dekan FIKOM UMRI Jayus, S.Sos., M.I.Kom., dan dihadiri Wakil Dekan Johan Faladhin, S.I.Kom., M.I.Kom.; Ketua Program Studi Ilmu Komunikasi Khusnul Hanafi, S.I.Kom., M.Soc.Sc.; Ketua Program Studi Hubungan Masyarakat Ulmi Marsya, S.I.Kom., M.A.; serta segenap dosen dan tenaga kependidikan di lingkungan FIKOM UMRI.

Dalam sambutannya, Jayus menyampaikan ucapan selamat kepada seluruh peserta yudisium yang telah berhasil menuntaskan perjalanan akademiknya. Ia menegaskan bahwa yudisium bukan sekadar seremoni, melainkan penanda berakhirnya satu fase perjuangan sekaligus pintu masuk menuju tahapan kehidupan berikutnya.

“Yudisium bukanlah akhir dari perjalanan, tetapi awal untuk memasuki dunia profesional dan mengabdikan ilmu di tengah masyarakat. Perjalanan menyelesaikan kuliah dan skripsi tentu tidak selalu mudah. Ada waktu, tenaga, pikiran, bahkan air mata yang menyertai proses tersebut. Karena itu, keberhasilan hari ini patut disyukuri dan dipersembahkan pula kepada orang tua serta keluarga yang tidak pernah berhenti memberikan doa dan dukungan,” ujar Jayus.

Menurutnya, keberhasilan para lulusan tidak terlepas dari peran berbagai pihak, terutama orang tua, keluarga, dosen, dan tenaga kependidikan yang senantiasa memberikan dukungan selama proses pendidikan.

Jayus juga menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada seluruh dosen FIKOM UMRI yang telah mendidik dan membimbing mahasiswa sejak awal perkuliahan hingga penyelesaian tugas akhir. Apresiasi yang sama disampaikan kepada tenaga kependidikan yang telah memberikan pelayanan dan membantu memenuhi berbagai kebutuhan akademik mahasiswa.

“Terima kasih kepada seluruh dosen yang telah mendidik dan membimbing mahasiswa sejak awal perkuliahan hingga menyelesaikan skripsi. Demikian pula kepada seluruh tenaga kependidikan yang telah membantu berbagai kebutuhan akademik mahasiswa sampai mereka tiba pada tahap yudisium hari ini,” ungkapnya.

Kepada para lulusan, Jayus berpesan agar keberhasilan memperoleh gelar akademik tidak menjadi alasan untuk berhenti belajar. Menurutnya, perkembangan teknologi, dinamika komunikasi, serta perubahan kebutuhan dunia kerja berlangsung begitu cepat sehingga lulusan harus memiliki kemauan untuk terus mengembangkan kompetensi.

“Belajar tidak hanya berlangsung di ruang kelas. Saat ini tersedia banyak ruang pembelajaran, termasuk berbagai kelas daring yang dapat diikuti untuk meningkatkan kompetensi. Jadilah lulusan yang adaptif, terus berkembang, dan mampu menjawab kebutuhan zaman,” pesannya.

Ia menekankan bahwa lulusan ilmu komunikasi dan hubungan masyarakat memiliki peluang yang luas di tengah perkembangan industri komunikasi dan transformasi digital. Karena itu, kemampuan akademik perlu diperkuat dengan keterampilan praktis, kreativitas, kemampuan beradaptasi, serta integritas.

Selain kompetensi profesional, Jayus mengingatkan para lulusan untuk senantiasa menjaga nama baik almamater dan Persyarikatan Muhammadiyah melalui sikap, perkataan, dan karya yang memberikan manfaat.

“Di mana pun Saudara berada, identitas sebagai alumni FIKOM UMRI akan selalu melekat. Jagalah nama baik almamater dan Muhammadiyah dengan menunjukkan integritas, profesionalisme, serta kepedulian sosial,” katanya.

Dalam kesempatan tersebut, para peserta yudisium juga diingatkan untuk mengikuti tahapan akademik selanjutnya, yakni Baitul Arqam Purna Studi dan prosesi wisuda. Selain itu, para lulusan diharapkan berpartisipasi aktif dalam tracer study sebagai bagian dari evaluasi dan pengembangan mutu pendidikan FIKOM UMRI.

Menurut Jayus, partisipasi alumni dalam tracer study penting bagi fakultas untuk memperoleh gambaran mengenai perjalanan lulusan setelah menyelesaikan pendidikan, termasuk relevansi kompetensi yang diperoleh selama kuliah dengan kebutuhan dunia kerja.

Menutup sambutannya, Jayus menyampaikan pantun yang menggambarkan perjuangan mahasiswa sekaligus besarnya jasa orang tua dalam mengantarkan anak-anak mereka menyelesaikan pendidikan.

Pagi cerah menuju taman,
Burung bernyanyi di pohon jati;
Skripsi ditempuh penuh perjuangan,
Kini yudisium membahagiakan hati.

Pulang merantau membawa rindu,
Singgah berteduh di bawah jati;
Gelar ini untuk Ayah dan Ibu,
Yang diam-diam menangis dalam doa di sunyi malam hari.

Yudisium XXIX FIKOM UMRI menjadi momentum berharga bagi 116 lulusan untuk menutup satu fase perjalanan akademik sekaligus membuka lembaran baru dalam kehidupan profesional. Dengan bekal ilmu, kompetensi, nilai-nilai Al-Islam dan Kemuhammadiyahan, serta semangat untuk terus belajar, para lulusan diharapkan mampu hadir sebagai insan profesional yang berintegritas dan memberikan kontribusi nyata bagi masyarakat, bangsa, negara, dan Persyarikatan Muhammadiyah.(rl)

Komentar