Pekanbaru – Allnewsterkini.Com | Kepala Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIA Pekanbaru, Yuniarto, beserta jajaran Seksi Bimbingan Narapidana dan Anak Didik melaksanakan kegiatan penandatanganan Nota Kesepahaman (MoU) dengan Kantor Kementerian Agama Kota Pekanbaru dalam rangka memperkuat sinergi dan kerja sama pembinaan kepribadian bagi warga binaan, Senin (02/03).
Kegiatan penandatanganan MoU tersebut dilaksanakan di Kantor Kementerian Agama Kota Pekanbaru dan disambut langsung oleh Kepala Kementerian Agama Kota Pekanbaru, Syahrul Mauludi, beserta jajaran. Acara berlangsung dalam suasana khidmat dan penuh keakraban, sebagai wujud komitmen bersama dalam meningkatkan pembinaan mental dan spiritual di lingkungan Pemasyarakatan.
Dalam kesempatan tersebut, Kepala Lapas Kelas IIA Pekanbaru, Yuniarto, menegaskan bahwa kerja sama ini merupakan langkah strategis dalam meningkatkan kualitas pembinaan keagamaan dan pembentukan karakter warga binaan.
“Kami menyadari bahwa pembinaan kepribadian, khususnya dibidang keagamaan, memiliki peran yang sangat penting dalam membentuk sikap dan perilaku warga binaan. Melalui penandatanganan MoU ini, kami berharap program pembinaan dapat berjalan lebih terarah, terukur, dan berkelanjutan,” ujar Yuniarto.
Ia juga menambahkan bahwa pembinaan mental dan spiritual menjadi salah satu fondasi utama dalam mendukung proses reintegrasi sosial warga binaan. “Tujuan akhir dari pembinaan di Lapas adalah agar warga binaan dapat kembali ke masyarakat sebagai pribadi yang lebih baik, memiliki kesadaran hukum, serta mampu berkontribusi secara positif,” tambahnya.
Sementara itu, Kepala Kementerian Agama Kota Pekanbaru, Syahrul Mauludi, menyambut baik terlaksananya penandatanganan Nota Kesepahaman tersebut dan menyatakan kesiapan untuk mendukung program pembinaan melalui penyediaan penyuluh agama, peningkatan kegiatan keagamaan, serta kolaborasi dalam berbagai program pembinaan mental spiritual di Lapas Pekanbaru.
“Kami menyambut baik kerja sama ini sebagai bentuk komitmen bersama dalam pembinaan umat, termasuk warga binaan di Lapas. Kami siap mendukung melalui penyuluh agama, peningkatan kegiatan keagamaan, serta program pembinaan mental spiritual yang berkelanjutan,” ungkap Syahrul.
Melalui penandatanganan MoU ini, diharapkan kerja sama antara Lapas Kelas IIA Pekanbaru dan Kementerian Agama Kota Pekanbaru semakin kuat, sehingga pelaksanaan program pembinaan kepribadian dan keagamaan bagi warga binaan dapat berjalan lebih optimal dan memberikan dampak positif yang nyata.








Komentar