Pekanbaru — Allnewsterkini. Com | Memasuki hari kedua pelaksanaan Pengenalan Kehidupan Kampus bagi Mahasiswa Baru (PKKMB) Universitas Muhammadiyah Riau (UMRI), mahasiswa baru mendapatkan pembekalan tentang pentingnya pembinaan akhlak sebagai bagian dari upaya mempersiapkan generasi muda menuju Indonesia Emas.(17/9/2026)
Materi bertajuk “Pembinaan Akhlak Mahasiswa Menuju Indonesia Emas” tersebut disampaikan oleh Ketua Dewan Pimpinan Pusat Majelis Ulama Indonesia (DPP MUI) Dr. Guzrizal, yang dimoderatori oleh Dr. Afdal, S.Pd., M.Pd., pada Kamis (17/9/2026).
Dalam pemaparannya, Dr. Guzrizal menegaskan bahwa pendidikan tidak semata-mata bertujuan mencetak manusia yang memiliki ilmu dan wawasan luas, tetapi juga membentuk pribadi yang matang dalam berpikir, teguh dalam menjalankan kebenaran, serta dewasa dalam bersikap.
Menurutnya, ilmu yang diperoleh melalui proses pendidikan harus memberikan dampak nyata terhadap pembentukan kepribadian. Karena itu, orang yang berilmu idealnya memiliki kematangan dalam berpikir, lurus dalam menjalankan kebenaran, dan dewasa dalam menyikapi berbagai persoalan kehidupan.
“Ilmu bukan hanya mengisi nalar, melainkan masuk hingga ke dada. Apa yang kita sampaikan tidak hanya terucap dari lisan, tetapi harus datang dari hati dan tercermin dalam sikap serta perbuatan,” ujar Dr. Guzrizal.
Ia menjelaskan, ilmu pengetahuan tidak seharusnya berhenti pada penguasaan teori dan kemampuan intelektual. Lebih dari itu, ilmu harus mampu memengaruhi cara berpikir, membentuk sikap, memperbaiki perilaku, dan tercermin dalam kehidupan sehari-hari.
Dr. Guzrizal juga mengingatkan mahasiswa baru bahwa wawasan dan pengetahuan seseorang semestinya dapat terlihat melalui kepribadiannya. Menurutnya, kualitas seseorang yang berpendidikan tidak cukup ditunjukkan melalui kemampuan berbicara, tetapi juga melalui perilaku dan cara membawa diri di tengah masyarakat.
“Kepribadian orang yang berwawasan harus tampil dari diri kita,” tegasnya.
Lebih lanjut, ia mengajak mahasiswa menjadikan masa pendidikan di perguruan tinggi sebagai proses membangun karakter sekaligus mengembangkan kompetensi. Sebagai generasi terdidik, mahasiswa memiliki tanggung jawab untuk mengamalkan ilmu dan menghadirkan manfaat bagi masyarakat, bangsa, dan agama.
Menurutnya, kemajuan pendidikan dan penguasaan ilmu pengetahuan harus berjalan seiring dengan penguatan akhlak. Kecerdasan intelektual tanpa diiringi karakter dan akhlak yang baik dapat kehilangan arah dalam penerapannya di tengah kehidupan bermasyarakat.
Pembinaan akhlak, lanjutnya, menjadi salah satu bekal penting bagi generasi muda dalam menghadapi perubahan dan tantangan masa depan, termasuk dalam mewujudkan cita-cita Indonesia Emas. Mahasiswa tidak hanya dituntut untuk memiliki kemampuan akademik, tetapi juga integritas, tanggung jawab, kedewasaan, serta kepedulian terhadap lingkungan sosial.
Melalui pembekalan tersebut, mahasiswa baru UMRI diajak memahami bahwa perjalanan pendidikan tinggi bukan sekadar proses memperoleh gelar dan pengetahuan, melainkan juga perjalanan membentuk pribadi yang matang dalam berpikir, teguh dalam kebenaran, dan dewasa dalam bersikap.
Nilai-nilai tersebut diharapkan menjadi bekal bagi mahasiswa dalam menjalani kehidupan akademik di UMRI sekaligus mempersiapkan diri menjadi generasi yang mampu memberikan kontribusi positif bagi masyarakat dan bangsa menuju Indonesia Emas.(rl)







Komentar