Pekanbaru – Allnewsterkini. Com | Universitas Muhammadiyah Riau (Umri) kembali menorehkan capaian membanggakan dalam upaya internasionalisasi pendidikan tinggi. Pada penerimaan mahasiswa internasional Tahun Akademik 2026/2027, Umri berhasil menarik minat 451 calon mahasiswa internasional dari 35 negara untuk mendaftar dan mengikuti proses seleksi beasiswa yang diselenggarakan oleh universitas.(17/06)
Pencapaian ini menjadi tonggak penting dalam perjalanan Umri menuju kampus yang berdaya saing global. Memasuki tahun keempat pelaksanaan program penerimaan mahasiswa internasional, jumlah pendaftar yang terus meningkat menunjukkan semakin luasnya pengakuan dan kepercayaan masyarakat dunia terhadap kualitas pendidikan, lingkungan akademik, serta sistem pembinaan yang dimiliki Umri.
Para pendaftar berasal dari berbagai kawasan dunia, mulai dari Asia, Afrika, hingga Timur Tengah. Sejumlah negara asal pendaftar di antaranya Nigeria, Pakistan, Kamboja, Thailand, Tajikistan, Afghanistan, Somalia, Uganda, Sudan, Yaman, dan berbagai negara lainnya. Keberagaman asal negara tersebut mencerminkan semakin luasnya jangkauan promosi dan jejaring internasional yang berhasil dibangun Umri dalam beberapa tahun terakhir.
Seluruh calon mahasiswa akan mengikuti tahapan seleksi yang meliputi verifikasi dokumen administrasi, penilaian akademik, serta wawancara. Proses seleksi ini dirancang untuk memastikan bahwa mahasiswa yang diterima memiliki kompetensi akademik, kemampuan beradaptasi, serta kesiapan mengikuti pendidikan tinggi di Indonesia.
Bagi peserta yang dinyatakan lulus, Umri menyediakan berbagai fasilitas melalui program beasiswa internasional, antara lain pembebasan biaya pendidikan hingga selesai studi, fasilitas asrama tanpa biaya, serta dukungan uang saku bulanan selama menjalani perkuliahan.
Pelaksana Tugas (Plt.) Kepala Kantor Urusan Internasional dan Kemitraan (KUIK) Umri, Prof Dr Jufrizal Syahri, MSi., menyampaikan bahwa capaian ini merupakan hasil dari kerja keras dan kolaborasi berbagai pihak dalam memperluas jejaring internasional sekaligus memperkenalkan Umri kepada masyarakat global.
“Pencapaian 451 pendaftar dari 35 negara merupakan langkah maju yang sangat signifikan bagi Umri. Hal ini menunjukkan bahwa Umri semakin dikenal di tingkat internasional dan menjadi pilihan calon mahasiswa dari berbagai belahan dunia. Program ini sejalan dengan misi internasionalisasi Muhammadiyah dan internasionalisasi Umri yang terus kami kembangkan,” ujarnya.
Menurutnya, kehadiran mahasiswa internasional tidak hanya berdampak pada peningkatan reputasi akademik universitas, tetapi juga memperkaya atmosfer pembelajaran yang multikultural dan berwawasan global. Interaksi antara mahasiswa Indonesia dan mahasiswa dari berbagai negara diharapkan mampu memperluas perspektif, memperkuat nilai toleransi, serta membangun jejaring internasional yang bermanfaat bagi pengembangan karier dan akademik di masa depan.
Program mahasiswa internasional Umri merupakan bagian dari strategi besar universitas dalam mewujudkan visi sebagai perguruan tinggi unggul, inovatif, dan berdaya saing global. Selain itu, program ini juga menjadi bentuk kontribusi nyata Umri dalam mendukung cita-cita Muhammadiyah sebagai gerakan Islam berkemajuan yang hadir dan memberi manfaat bagi masyarakat dunia.
Dengan tingginya minat calon mahasiswa dari berbagai negara, Umri optimistis dapat terus memperkuat posisinya sebagai salah satu perguruan tinggi swasta pilihan mahasiswa internasional di Indonesia. Capaian ini sekaligus menjadi bukti bahwa Umri semakin tumbuh sebagai kampus yang tidak hanya unggul di tingkat nasional, tetapi juga semakin diperhitungkan di kancah internasional.(red)



Komentar