Manggrove Benteng Alami Garis Pantai, Ketua KNPI Riau Fuad Santoso ; Green Policing Polda Riau Kian Nyata

PEKANBARU – Allnewsterkini. Com | Ketua DPD KNPI Riau, Fuad Santoso, memberikan apresiasi tinggi kepada Polda Riau di bawah kepemimpinan Herry Heryawan atas keberhasilan mengungkap praktik perusakan hutan mangrove dan bisnis arang bakau ilegal di Kabupaten Kepulauan Meranti.

Menurut Fuad, langkah tegas yang dilakukan Polda Riau menjadi bukti bahwa konsep Green Policing yang selama ini digaungkan Kapolda Riau bukan sekadar jargon, melainkan telah menjelma menjadi gerakan nyata dalam penegakan hukum yang berpihak pada kelestarian lingkungan dan kepentingan bangsa.

“Pengungkapan kasus perusakan mangrove di Kepulauan Meranti menunjukkan bahwa Green Policing bukan hanya slogan. Di bawah kepemimpinan Irjen Pol Herry Heryawan, Polda Riau membuktikan bahwa perlindungan lingkungan hidup menjadi bagian penting dari agenda penegakan hukum,” kata Fuad, Minggu (31/1/2026).

Ia menilai kasus tersebut memiliki makna yang jauh lebih besar daripada sekadar penindakan terhadap pelaku pembalakan mangrove ilegal.

Sebab, mangrove merupakan benteng alami yang menjaga garis pantai dari abrasi, intrusi air laut, hingga ancaman hilangnya daratan di wilayah pesisir.

Fuad mengingatkan bahwa Riau memiliki kawasan pesisir dan pulau-pulau terluar yang sangat strategis. Karena itu, kerusakan mangrove tidak boleh dipandang hanya sebagai persoalan lingkungan, melainkan juga menyangkut aspek kedaulatan negara.

“Ketika mangrove dirusak secara masif, yang terancam bukan hanya ekosistem. Abrasi dapat menggerus daratan sedikit demi sedikit. Dalam jangka panjang, kondisi ini bisa berdampak pada kawasan pesisir dan wilayah perbatasan. Karena itu, menjaga mangrove sejatinya adalah menjaga kedaulatan Indonesia,” tegasnya.

Fuad juga menyoroti keberanian Polda Riau dalam membongkar praktik yang diduga telah berlangsung bertahun-tahun. Menurutnya, langkah tersebut menunjukkan bahwa kejahatan lingkungan kini ditempatkan sebagai kejahatan serius yang merugikan negara, masyarakat, dan generasi mendatang.

“Selama ini banyak orang menganggap kejahatan lingkungan tidak menimbulkan korban langsung. Padahal dampaknya sangat besar. Hutan rusak, pesisir terancam, nelayan terdampak, dan negara bisa kehilangan benteng alami yang melindungi wilayahnya. Karena itu, kami mendukung penuh komitmen Polda Riau untuk menindak tegas pelaku kejahatan lingkungan tanpa pandang bulu,” ujarnya.

Fuad berharap keberhasilan pengungkapan kasus mangrove di Kepulauan Meranti menjadi momentum untuk memperkuat kesadaran seluruh pihak bahwa menjaga lingkungan bukan hanya tugas pemerintah, melainkan tanggung jawab bersama.

“KNPI Riau mengapresiasi langkah progresif Kapolda Riau dan seluruh jajaran. Apa yang dilakukan hari ini bukan hanya menyelamatkan pohon mangrove, tetapi juga menjaga masa depan pesisir Riau,(rl)
sumber,bukamata.co

Komentar