BATAM – Allnewsterkini. Com|Polda Riau bersama SKK Migas, PT Pertagas, dan Pertamina Patra Niaga menandatangani Pedoman Kerja Teknis yang dirangkaikan dengan silaturahmi bersama pengelola Objek Vital Nasional (Obvitnas) Provinsi Riau, Jumat (29/8/2025) di Aula Hotel Radisson, Batam.
Kegiatan ini dihadiri Kapolda Riau, Irjen Pol Herry Heryawan Heria, Kepala Perwakilan SKK Migas Sumbagut, pimpinan Obvitnas Riau, pemerhati lingkungan Rocky Gerung, serta pejabat utama (PJU) Polda Riau.
Dalam sambutannya, Kapolda Riau menyampaikan rasa duka atas meninggalnya Affan Kurniawan akibat kecelakaan pada malam sebelumnya. Seluruh hadirin diminta berdoa bersama sebelum acara dimulai.
“Penandatanganan pedoman kerja ini bukan sekadar seremoni, melainkan bentuk komitmen bersama dalam memperkuat sinergi pengamanan serta mendukung hilirisasi energi demi pembangunan ekonomi nasional yang inklusif,” sebutnya.
Ia juga menekankan pentingnya koordinasi lintas sektor, termasuk penyelesaian masalah agraria yang kerap mengganggu operasional industri migas.
Lebih jauh, Kapolda memperkenalkan wajah baru Polda Riau yang tidak hanya berperan sebagai penegak hukum, tetapi juga sebagai penjaga lingkungan dan penegak keadilan ekologis.
Herry menyinggung keberhasilan penertiban aktivitas pertambangan emas ilegal di Kuantan Singingi yang telah memulihkan kondisi Sungai Kuantan setelah puluhan tahun rusak.
“Program Green Policing yang kita jalankan mencakup pencegahan tindak pidana lingkungan, dukungan terhadap ekonomi hijau, pemanfaatan teknologi ramah lingkungan, serta kolaborasi menjaga alam. Ketika kita menjaga alam, maka alam akan menjaga kita,” tegasnya.
Kapolda juga memaparkan sejumlah program strategis Polda Riau, di antaranya:
Riau Anti Geng dan Anarkis (RAGA): pengamanan preventif dan reaktif 24 jam.
Jelajah Riau untuk Rakyat: program kepolisian perairan yang menyentuh masyarakat di daerah aliran sungai.
Radar Riau Damai Anti Cybercrime: perlindungan masyarakat dari ancaman kejahatan siber.
Bank Pohon dan Ketahanan Pangan: program penghijauan dan budidaya pangan yang melibatkan jajaran kepolisian serta masyarakat.
Seluruh program tersebut, kata Kapolda, diarahkan untuk menghadirkan ekosistem migas yang aman, inklusif, dan ramah lingkungan, sejalan dengan visi Polda Riau: Melindungi Tuah, Menjaga Marwah.
Komentar