Menteri LHK & Kapolda Riau Tinjau Langsung Karhutla di Kampar, Pastikan Penanganan Optimal

Kampar533 views

KAMPAR – Allnewsterkini. Com|Menteri Lingkungan Hidup Jumhur Hidayat bersama ahli kebakaran hutan dan lahan (Karhutla), Bambang Hero Saharjo, meninjau langsung lokasi kebakaran hutan dan lahan di Kecamatan Tambang, Kabupaten Kampar, Riau.

Kunjungan tersebut dilakukan untuk melihat kondisi lapangan sekaligus memastikan penanganan Karhutla berjalan secara optimal. Jumhur Hidayat dan Bambang Hero turun bersama Kapolda Riau Irjen Pol Herry Heryawan untuk melihat langsung area yang terdampak kebakaran.

Dalam peninjauan tersebut, rombongan mengecek kondisi lahan yang terbakar, titik-titik yang masih berpotensi menimbulkan api, serta langkah penanganan yang telah dilakukan di lapangan.

Jumhur mengatakan, lahan yang terbakar di lokasi tersebut mencapai sekitar 4 hektare dan saat ini api telah berhasil dipadamkan. Petugas masih melakukan proses pendinginan untuk memastikan tidak terjadi kebakaran susulan.

“Kami mengucapkan terima kasih kepada semua pihak yang bergotong royong, berjibaku untuk mematikan api, di mana pun kalian berada. Di sini, saya di Kabupaten Kampar, ada 4 hektare yang terbakar dan sudah dipadamkan. Sekarang tinggal pendinginan,” kata Jumhur, Sabtu, 22 Agustus 2026.

Ia menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak yang terlibat dalam penanganan Karhutla. Menurutnya, peningkatan titik api saat ini terjadi cukup cepat di sejumlah wilayah Indonesia.

Jumhur menyebut terdapat sekitar 3.800 titik api di seluruh Indonesia. Dalam satu hingga dua hari terakhir, jumlah titik api disebut mengalami peningkatan sehingga pembaruan data berlangsung sangat cepat.

Selain itu, Jumhur mengungkapkan terdapat sekitar 335 perusahaan pemilik konsesi yang wilayahnya terindikasi memiliki titik api dan mengalami kebakaran.

“Sekarang terindikasi sudah ada sekitar 335 perusahaan pemilik konsesi di Indonesia yang tersebar di seluruh Kalimantan dan Sumatera, yang di wilayah konsesinya ada titik api dan terjadi kebakaran. Walaupun hanya 1 hektare, 2 hektare, tapi tetap itu di wilayah konsesi,” ujarnya.

Menurut Jumhur, perusahaan yang wilayah konsesinya terdampak kebakaran harus segera melakukan penanganan. Secara keseluruhan, ia menyebut hampir 85.000 hektare lahan di wilayah konsesi di seluruh Indonesia telah terbakar.

Sementara itu, ahli Karhutla Bambang Hero Saharjo turut melakukan pengecekan terhadap kondisi ekologis dan karakteristik lahan yang terbakar. Analisis tersebut diharapkan dapat membantu menentukan langkah penanganan yang tepat, sekaligus mencegah api kembali meluas.

Di sisi lain, Kapolda Riau, Irjen Pol Herry Heryawan mengatakan penanganan Karhutla di Riau dilakukan secara kolaboratif dengan melibatkan TNI, Polri, pemerintah daerah, Manggala Agni, Masyarakat Peduli Api (MPA), BNPB, BPBD hingga masyarakat.

Irjen Herry juga mengungkapkan bahwa dalam penanganan Karhutla di Riau, pihaknya telah menetapkan satu orang sebagai tersangka.

“Tadi saya dapat laporan dari Pak Kapolres, ada satu orang yang kita tetapkan sebagai tersangka,” kata Herry.

Ia menyebut secara umum kondisi Karhutla di Riau mengalami penurunan. Namun, masih terdapat satu titik kebakaran yang menjadi perhatian, yakni di Desa Kerumutan, Kabupaten Pelalawan.

Kebakaran di kawasan tersebut berlangsung sekitar 26 hari dan menghanguskan lahan lebih dari 280 hektare. Karena berada di kawasan gambut, penanganannya membutuhkan dukungan operasi udara secara berkelanjutan.

“Di Kerumutan itu ada 280 sekian hektare yang terbakar dan hasil kolaborasi kami dengan TNI, dibantu oleh Manggala Agni, Masyarakat Peduli Api, dan semua stakeholder terkait,” ujarnya.

Kapolda menegaskan, penanganan Karhutla tidak hanya dilakukan ketika kebakaran terjadi, tetapi juga melalui langkah mitigasi sebelum bencana serta penanganan pascakebakaran.

Sejumlah upaya pencegahan telah dilakukan, di antaranya pembangunan embung dan sekat kanal, terutama untuk mengantisipasi kebakaran di kawasan gambut.

“Garis besarnya adalah bagaimana kekuatan kolaborasi ini, mulai dari pra-bencana, kita sudah melakukan upaya-upaya mitigasi, membuat embung, sekat kanal, dan lain sebagainya, dan pasca-bencana,” jelasnya.

Selain penanganan api, pemerintah dan aparat juga mulai memperhatikan dampak Karhutla terhadap kesehatan masyarakat. Polda Riau bersama Dinas Kesehatan Provinsi Riau dan Pemerintah Kabupaten Pelalawan melakukan pemeriksaan secara serentak di Desa Kerumutan untuk mengetahui jumlah warga, khususnya anak-anak, yang mengalami gangguan kesehatan akibat paparan asap.

Langkah tersebut disertai pembagian masker dan kegiatan trauma healing bagi masyarakat terdampak.

“Kita melakukan pengecekan secara serentak di Desa Kerumutan, terutama untuk bisa mengecek berapa adik-adik, anak-anak kita yang terkena ISPA. Lalu kita melakukan pembagian masker, lalu juga kita melakukan trauma healing,” kata Herry.

Herry juga mengapresiasi kehadiran Menteri Lingkungan Hidup yang selama dua hari turut turun langsung memantau penanganan Karhutla di sejumlah wilayah Riau bersama TNI, Polri dan pemerintah daerah.

Ia berharap dukungan lintas sektor tersebut semakin memperkuat upaya penanganan dan pencegahan Karhutla di Riau.

Peninjauan tersebut menjadi bagian dari upaya memperkuat sinergi pemerintah, aparat penegak hukum, ahli, dan seluruh pemangku kepentingan dalam menjaga kawasan hutan dan lahan di Riau dari ancaman Karhutla.

Komentar