Pekanbaru – Allnewsterkini. Com | Universitas Muhammadiyah Riau (Umri) menggelar puncak peringatan Milad ke-18 dengan mengusung tema “Tumbuh Berdampak untuk Semesta” di Auditorium Kampus Utama Umri, pada Sabtu (27/6/2026) pagi. Momentum ini menjadi refleksi perjalanan 18 tahun Umri sekaligus penegasan komitmen untuk terus bertumbuh sebagai perguruan tinggi yang unggul, mandiri, dan memberikan manfaat nyata bagi umat, bangsa, serta kemanusiaan.
Puncak milad dihadiri Ketua Pimpinan Pusat Muhammadiyah sekaligus Penasihat Presiden RI Bidang Haji Prof Dr H Muhadjir Effendy, MAP., Asisten Deputi Akselerasi Jaringan Usaha Koperasi Kementerian Koperasi RI Cecep Setiawan, Kepala Dinas Perindustrian, Perdagangan, Koperasi, dan Usaha Kecil Menengah Provinsi Riau Ir H M Taufik Oesman Hamid, MT. Rektor Umri Dr H Saidul Amin, MA., Ketua Badan Pembina Harian Umri Prof Dr H M Nazir, MA., jajaran Pimpinan Wilayah Muhammadiyah Riau beserta Pimpinan Daerah Muhammadiyah se-Riau, pimpinan perguruan tinggi, mitra strategis, serta tamu undangan lainnya.
Dalam sambutannya, Rektor Umri Dr Saidul Amin menegaskan bahwa tema Milad ke-18 menjadi arah pengembangan universitas pada masa mendatang.
“Pertumbuhan Umri tidak hanya diukur dari peningkatan jumlah mahasiswa, pembangunan sarana prasarana, maupun capaian akademik. Lebih dari itu, pertumbuhan harus mampu menghadirkan dampak positif bagi umat, bangsa, lingkungan, dan kemanusiaan secara luas,” ujarnya.
Ia menambahkan, berbagai capaian Umri merupakan hasil kerja kolektif seluruh sivitas akademika, Persyarikatan Muhammadiyah, alumni, mitra, pemerintah, dan masyarakat. Karena itu, Milad ke-18 menjadi momentum untuk memperkuat kualitas pendidikan, memperluas kolaborasi, serta meningkatkan kontribusi bagi pembangunan bangsa.
Mewakili Pimpinan Wilayah Muhammadiyah Riau, Prof Dr Afrizal Nur, MIS., menyampaikan apresiasi atas perkembangan pesat Umri yang kini menjadi salah satu perguruan tinggi Muhammadiyah terbesar di luar Pulau Jawa.
“Kami bangga atas capaian Umri. Semoga terus menjadi kampus peradaban yang melahirkan generasi unggul dan memberikan manfaat yang luas bagi masyarakat,” katanya.
Sementara itu, Asisten Deputi Kementerian Koperasi RI, Cecep Setiawan, mengapresiasi langkah Umri dalam memperkuat kemandirian ekonomi melalui pengembangan badan usaha kampus, termasuk peresmian SAM Mart dan Apotek Umri yang dilakukan pada puncak Milad.
“Kami berharap SAM Mart berkembang menjadi pusat distribusi inovasi sekaligus simbol kolaborasi antara dunia pendidikan dan dunia usaha dalam memperkuat ekosistem ekonomi berbasis koperasi,” ujarnya.
Pada kesempatan tersebut, Umri juga memberikan penghargaan kepada lima tokoh bangsa dan Muhammadiyah melalui Achievement Award dan Anugerah Sang Penggerak sebagai bentuk penghormatan atas dedikasi, kontribusi, dan keteladanan mereka dalam memajukan pendidikan, Persyarikatan Muhammadiyah, serta perkembangan Umri.
Achievement Award diberikan kepada Ketua Pimpinan Pusat Muhammadiyah Prof Muhadjir Effendy dan mantan Gubernur Riau sekaligus Dewan Penyantun Umri Brigjen. TNI (Purn.) H Saleh Djasit, SH.
Dalam pidatonya, Prof Muhadjir Effendy mengapresiasi kemajuan pesat Umri yang di usia 18 tahun telah dipercaya pemerintah untuk membuka Fakultas Kedokteran.
“Kepercayaan ini menunjukkan kualitas Umri sekaligus menjadi kontribusi nyata Muhammadiyah dalam mendukung pembangunan sumber daya manusia, khususnya pemenuhan kebutuhan dokter di Indonesia,” ujarnya.
Sementara itu, Saleh Djasit mengaku terharu menerima penghargaan tersebut. Menurutnya, apa yang telah ia lakukan untuk Umri tidak sebanding dengan apresiasi yang diterimanya.
“Saya sangat mengagumi kepemimpinan Dr Saidul Amin. Di bawah kepemimpinan beliau, Umri berkembang sangat cepat dan luar biasa,” ungkapnya.
Selain itu, Anugerah Sang Penggerak dianugerahkan kepada tiga tokoh Muhammadiyah yang memiliki jasa besar dalam sejarah berdiri dan berkembangnya Umri, yakni almarhum H Radja Roesli, BA., pelopor pendidikan tinggi Muhammadiyah di Riau; H. Abdul Karim Salim, yang berperan dalam pengembangan Kampus Umri; serta Prof Dr H Muchtar Achmad, MSc., yang memperkuat kaderisasi Muhammadiyah dan mendorong transformasi perguruan tinggi Muhammadiyah menjadi Universitas Muhammadiyah Riau.
Menurut Rektor, penghargaan tersebut merupakan bentuk penghormatan atas warisan perjuangan para tokoh yang telah meletakkan fondasi dan mengantarkan Umri menjadi salah satu perguruan tinggi Muhammadiyah yang berkembang pesat di Indonesia.
Sebagai bentuk apresiasi kepada insan terbaiknya, Umri juga menyerahkan reward berupa umrah gratis kepada sivitas akademika berprestasi yang terdiri atas dosen, tenaga kependidikan, petugas keamanan (security), Media Center, serta dosen yang berhasil meraih jabatan akademik Guru Besar. Program ini menjadi tradisi tahunan Umri sebagai bentuk penghargaan atas dedikasi, loyalitas, dan prestasi dalam memajukan institusi.
Melalui Milad ke-18, Umri meneguhkan tekad untuk terus tumbuh menjadi perguruan tinggi yang unggul, adaptif, dan berdaya saing, sekaligus memperluas kontribusinya melalui pendidikan, penelitian, pengabdian kepada masyarakat, serta kolaborasi yang berkelanjutan. Semangat “Tumbuh Berdampak untuk Semesta” menjadi energi bersama dalam mewujudkan Umri sebagai kampus berkelas internasional yang memberikan manfaat seluas-luasnya bagi umat dan kemanusiaan. (Red)





Komentar