Satukan Langkah Jajaran Pemasyarakatan: Kakanwil Ditjenpas Riau Berikan Penguatan kepada Kepala UPT

Pekanbaru – Allnewsterkini. Com| Kepala Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Pemasyarakatan Riau, Rudy Fernando Sianturi, memberikan penguatan kepada seluruh Kepala Unit Pelaksana Teknis (UPT) Pemasyarakatan se-Wilayah Riau pada Rabu, 22 Juli 2026. Kegiatan ini bertujuan memperkuat koordinasi, menyamakan persepsi, serta meningkatkan kualitas pelaksanaan tugas dan fungsi pemasyarakatan di seluruh jajaran.

Dalam arahannya, Rudy Fernando Sianturi menegaskan bahwa Kepala UPT memiliki peran strategis sebagai pemimpin yang bertanggung jawab memastikan penyelenggaraan pemasyarakatan berjalan secara profesional, akuntabel, dan berorientasi pada pelayanan. Selain memperkuat pelaksanaan tugas dan fungsi, kegiatan ini juga menjadi wadah untuk membangun sinergi serta menyatukan langkah dalam mendukung kebijakan Direktorat Jenderal Pemasyarakatan.

“Saya mengajak seluruh Kepala UPT untuk terus memperkuat integritas, menjaga soliditas, dan mengedepankan kolaborasi dalam setiap pelaksanaan tugas. Kepemimpinan yang baik harus mampu menghadirkan pelayanan yang profesional, pembinaan yang berkualitas, serta memberikan manfaat nyata bagi organisasi maupun masyarakat,” tegas Rudy Fernando Sianturi.

Kegiatan penguatan tersebut turut diisi dengan paparan dari Kepala Balai Pemasyarakatan (Bapas) Kelas I Pekanbaru mengenai penempatan Warga Binaan ke Lapas Terbuka. Paparan tersebut menjelaskan mekanisme, persyaratan, dan tahapan penempatan warga binaan sebagai bagian dari proses pembinaan lanjutan yang bertujuan mempersiapkan warga binaan untuk kembali ke tengah masyarakat melalui peningkatan kemandirian dan reintegrasi sosial.

Melalui sesi diskusi yang berlangsung interaktif, para Kepala UPT diberikan kesempatan untuk menyampaikan berbagai masukan, kendala, serta pengalaman dalam implementasi program pembinaan di masing-masing satuan kerja. Diharapkan, kegiatan ini semakin memperkuat sinergi dan komitmen seluruh jajaran Pemasyarakatan Riau dalam mewujudkan tata kelola organisasi yang profesional, adaptif, dan berorientasi pada pelayanan publik.***

Komentar